KRISIS MISIL KUBA (preface)

                 Setelah berakhirnya Perang Dunia II, keadaan dunia tidak sepenuhnya damai. Rupanya perselisihan paham antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, dua negara yang menjadi pemenang, menimbulkan masalah baru. Amerika Serikat sendiri pada era 1910an sempat mengalami apa yang dinamakan “Red Scare”, yaitu ketakutan terhadap komunis. Amerika Serikat takut terhadap komunis karena komunis identik dengan pemberontakan, perlawanan dari kaum buruh terhadap atasannya, dimana hal itu bisa mengganggu keadaan ekonomi Amerika Serikat. Apalagi pada tahun 1917 di Rusia sempat terjadi revolusi komunis di Rusia, yang makin membangkitkan ketakutan Amerika Serikat terhadap komunis.

                  “Berbekal” ketakutan itu, maka Amerika Serikat menyatakan perang terhadap komunis. Cara pertama yang dilakukan oleh Amerika Serikat adalah memberikan bantuan Marshall Plan, yaitu pinjaman lunak terhadap negara-negara Eropa yang hancur akibat dari Perang Dunia II. Cara itu sengaja dilakukan, karena komunis sendiri bangkit karena keadaan yang miskin, dimana keadaan itu akan memaksa orang-orang yang tertekan hidupnya melakukan pemberontakan untuk merebut kekuasaan. Dengan bantuan Marshall Plan itu, paling tidak Amerika Serikat telah memberikan bantuan dana untuk memulihkan kondisi ekonomi negara-negara Eropa korban Perang Dunia II dan mencegah berkembangnya paham komunis sendiri di sana. Sebenarnya juga, bantuan itu tidak hanya dana saja, tapi juga senjata, bilamana terjadi pemberontakan bersenjata komunis di Yunani pada tahun 1948.

                Selain memberikan bantuan dana lewat Marshall Plan, Amerika Serikat juga membentuk beberapa pakta pertahanan. Tujuan dari pakta pertahanan ini adalah untuk mencegah penyebaran komunis di dunia dengan cara mengajak negara-negara di dunia bersatu dengan Amerika Serikat unutk melawan komunis.. Amerika Serikat sendiri membentuk pakta pertahanan di semua belahan dunia, seperti NATO (North Atlantic Treaty Organization) di Eropa Barat, SEATO (South East Asia Treaty Organization) di Asia Tenggara, dan ANZUS (Australia, New Zealand, United States) di benua Australia. Oleh Rusia, dalam hal ini Uni Soviet, juga membentuk pakta pertahanan yang dikenal dengan nama Pakta Warsawa.

                  Di Kuba sendiri, Amerika Serikat juga melakukan sesuatu untuk mencegah masuknya komunis. Caranya adalah dengan membuat Fulgencio Batista menjadi pemimpin yang otoriter. Maksudnya disini adalah agar Amerika Serikat secara tidak langsung bisa “memegang” Kuba, karena Fulgencio Batista bisa diibaratkan menjadi “boneka” Amerika Serikat. Namun semua tidak berjalan lancar, sampai Fidel Castro berhasil melakukan revolusi dan mengambil alih pucuk pimpinan Kuba, yaitu dengan menggulingkan pemerintahan Fulgencio Batista pada tahun 1958.

                  Amerika Serikat sendiri sebenarnya bisa mengendalikan keadaan bila saja mereka mengambil langkah politik yang tepat. Saat Fidel Castro datang ke Amerika Serikat untuk meminta bantuan, presiden Amerika Serikat saat itu, Dwight Eisenhower, menolak untuk bertemu dengannya dan memilih untuk bermain golf. Penolakan ini membuat Fidel Castro meminta bantuan ke Uni Soviet, dan ternyata Uni Soviet memenuhi permintaan dari Fidel Castro itu. Setelah Uni Soviet berhasil menjadikan Kuba sebagai sekutunya, Amerika Serikat malah mengeluarkan embargo dan ancaman akan menggunakan kekuatan militer bila kepentingan Amerika Serikat di Kuba diganggu. Mendapat ancaman seperti itu, maka Uni Soviet, melalui Kuba, mengeluarkan ancaman balik bahwa mereka akan meletakkan peluru kendalinya di Kuba. Inilah awal dari Krisis Misil Kuba, dimana Uni Soviet mendapatkan sekutu yang secara geografis berbatasan dengan Amerika Serikat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s