BLACK POWER DALAM SEJARAH AMERIKA SERIKAT (1)

Black Power
Black Power

Awal Mula Black Power

Pada era 1960an di Amerika Serikat, terjadi perubahan sosial terutama yang menyangkut kulit hitam. Peristiwa paling utama adalah Civil Rights Movement, dimana orang Afro Amerika mendapat persamaan hak di segala bidang. Keadaan orang kulit hitam di Amerika Serikat sebelumnya adalah adanya diskriminasi yang panjang, karena sebelumnya kulit hitam adalah budak bagi kulit putih, terutama di selatan Amerika Serikat. Setelah perang sipil usai tahun 1865, orang kulit hitam tidak lagi menjadi budak bagi orang kulit putih, tapi sentimen rasial masih kuat, terutama di selatan Amerika Serikat. Undang-undang hak sipil itu disetujui pemerintah pada tahun 1964, saat masa pemerintahan Lyndon Johnson. Gerakan ini sendiri dipimpin oleh Martin Luther King jr dengan gerakan tanpa kekerasannya.                                                                                                                                                                                 

Walaupun Civil Rights bagi kulit hitam sudah disetujui pemerintah, tidak semua warga Amerika Serikat, terutama kulit putih, menerima keputusan itu. Masih banyak diskriminasi terhadap kulit hitam, terutama di Amerika Serikat bagian selatan. Hal itu menyebabkan banyak munculnya gerakan persamaan hak di kota-kota besar di Amerika Serikat bagian selatan. Bahkan dari kaum kulit hitam sendiri terjadi perlawanan secara fisik, bertolak belakang dengan perlawanan tanpa kekerasan dari Martin Luther King jr. Salah satu bentuk perlawanan itu adalah gerakan Black Power.                                                                                                       

Black Power sendiri adalah slogan perlawanan dan pernyataan politik yang dipakai oleh penulis dan politikus dari kaum Afro Amerika. Kata “Black Power” ini sendiri pertama kali dipakai oleh Kwame Ture alias Stokely Carmichael, dan Mukasa Dada alias Willie Ricks. Keduanya adalah penyusun dan pembicara untuk Student Nonviolent Coordinating Committee, atau SNCC. Pernyataan pertama tentang Black Power pertama kali dikeluarkan setelah penembakan terhadap James Meredith selama acara March Againts Fear. Pernyataannya adalah “This is the twenty-seventh time I have been arrested and I ain’t going to jail no more! The only way we gonna stop them white men from whuppin’ us is to take over. What we gonna start sayin’ now is Black Power!” (Ini adalah yang keduapuluhtujuh kalinya aku ditahan, dan aku tidak mau lagi masuk penjara! Cara satu-satunya untuk menghentikan mereka, kulit putih, dari memperlakukan kita seenaknya aalah dengan mengambil alih! Apa yang harus kita mulai katakan adalah Black Power!).

Siapa Stokely Carmichael?

Stokely Carmichael lahir di Port of Spain, Trinidad pada 29 Juni 1941. pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1952, bersekolah di New York, lanjut di Howard University pada tahun 1960, dan berabung dengan Student Nonviolent Coordinating Committee, atau SNCC. Pada tahun 1961, Carmichael menjadi anggota dari Freedom Riders, suatu proyek dimana sukarelawan kulit hitam dan putih duduk bersebelahan dalam suatu perjalanan menuju Amerika Serikat bagian selatan. Proyek ini sendiri tidak didukung polisi lokal, dan dalam perjalanan di beberapa daerah, mereka diserang oleh Ku Klux Klan. Carmichael juga bekerja untuk proyek Freedom Summer, dan tahun 1966 menjadi ketua dari SNCC.                                                                                                                                                              

Pada 5 Juni 1966, James Meredith mengadakan kampanye March Againts Fear dari Memphis sampai Jackson, untuk memprotes rasisme. Segera setelah memulai kampanye itu, James Meredith ditembak oleh sniper. Setelah mendengar berita itu, Carmichael, Martin Luther King jr, dan Floyd McKissick tetap melanjutkan kampanye dengan memakai nama Meredith. Pada perjalanan menuju Greenwood, Mississippi, kampanye itu tertahan dan pemimpinnya, termasuk Carmichael, ditahan oleh polisi. Saat itulah ungkapan Black Power dari Stokely Carmichael keluar. Pada tahun berikutnya, Stokely Carmichael dan Charles Hamilton menulis buku dengan judul Black Power, yang oleh beberapa pemimpin kelompok pejuang hak sipil, seperti National Association for the Advancement of Coloured People (NAACP) dan Southern Christian Leadership Conference (SCLC), menolak ide itu dan mengatakan Carmichael sebagai black racism.                                                                                                                                                               

Nilai yang ingin dimunculkan oleh Stokely Carmichael adalah pemisahan dan menolak nilai-nilai Amerika. Carmichael mengatakan “Black People in this country to unite, to recognize their heritage, and to build a sense of community.” (Orang kulit hitam di negara ini untuk bersatu, untuk mengenal kekayaan budaya mereka, dan untuk membangun rasa kesatuan dalam komunitas). Idenya jelas, yaitu adanya pemisahan antara kulit hitam dan putih, yang ditambah dengan pernyataan Carmichael sendiri agar kaum Afro Amerika harus membentuk dan memimpin organisasi mereka sendiri, dan memaksa penolakan yang total terhadap nilai-nilai yang ada dalam masyarakat Amerika. Slogan “Black is Beautiful” juga dipakai Carmichael untuk memunculkan kebanggaan sebagai kulit hitam dan menolak nilai-nilai kulit putih dalam hal penampilan.                                                                                                                              

Ide dari Carmichael ini mendapat respon yang positif dari kaum Afro Amerika, terutama kaum mudanya yang mulai tidak sabar dengan cara anti kekerasan dari Martin Luther King jr. Dengan posisinya sebagai ketua SNCC serta pengaruh dari Frantz Fannon dan Malcolm X, maka arah SNCC berubah untuk memperjuangkan Black Power. Rencana kerja dari SNCC adalah mendorong orang kulit putih untuk membuat komunitas yang lemah di selatan, sementara SNCC bisa melanjutkan untuk mempromosikan kepercayaan diri bagi kaum Afro Amerika lewat Black Power.                                                                                                                                                             

Black Power itu memberi beberapa perubahan dalam gerakan hak sipil di Amerika Serikat. Perubahan paling jelas adalah memberikan kepercayaan diri bagi orang kulit hitam untuk membuat kelompok dan institusi yang tidak bergantung pada kulit putih. Selain itu, Black Power juga memaksa program black studies di college, memobilisasi pemilih kulit hitam untuk memilih kandidat yang juga berkulit hitam, serta memberanikan kebanggaan rasial dan kepercayaan diri yang lebih kuat bagi kulit hitam. Hal lain yang ditimbulkan adalah meningkatnya kekerasan yang dilakukan oleh kaum muda Afro Amerika yang tidak sabar dengan gerakan anti kekerasan dari Martin Luther King jr dan “terpancing” oleh ide Black Power dari Stokely Carmichael.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s