IT’S ONLY ROCK ‘N ROLL (BUT I LIKE IT), The Beginning of…

          Seperti yang sudah sering disebutkan, Rock ‘n Roll pertama diputar oleh DJ Alan Freed lewat siaran radionya di Cleveland. Sebenarnya, Rock ‘n Roll adalah musik R’nB (Rythym and Blues) yang dimainkan oleh kulit hitam. Untuk menolak stigma rasial dari R’nB, maka Freed mengganti namanya menjadi Rock ‘n Roll agar dapat diterima oleh penikmat musik dari kulit putih. Perkembangan Rock ‘n Roll juga tidak lepas dari migrasi orang kulit hitam ke kota-kota besar di Amerika Serikat bagian utara, seperti New York, Chicago, Detroit, dan sebagainya pasca Perang Dunia 2. Orang kulit hitam juga membawa budayanya, termasuk musik R’nB yang akhirnya mengenalkan orang kulit putih terhadap R’nB.

           Kemunculan Rock ‘n Roll juga tidak lepas dari semangat jaman yang ada di Amerika Serikat pada saat itu. Kemapanan secara ekonomi dan keadaan yang damai membuat masyarakat Amerika serikat bosan. Hal itu terlihat dengan munculnya film dari Marlon Brando, yaitu “The Wild One”, dan James Dean, yaitu “Rebel Without a Cause”. Semangat pemberontakan dari rasa bosan sudah ada dengan adanya film itu, dan hal itu menjadi kekhawatiran bagi jurnalis dan kaum akademis. Seorang jurnalis, Harrison Salisbury menyatakan “fenomena ini menyebar dari bagian negara paling miskin sampai daerah perkotaan yang paling baik, dan saat tensi dunia naik, ‘shook up generation’ berkembang sebagai ‘a matter of national security‘”.

          Respon berbeda juga ada di kalangan anak muda dan orang tua di Amerika Serikat. Seperti yang sudah disebutkan, orang tua di Amerika Serikat menganggap suara dari Rock “too loud, too raucous, it appeared to be merely gratuitous now.” (terlalu keras, tidak enak didengarkan, dan itu ditampilkan untuk tidak diterima sekarang). Sementara bagi kaum muda generasi baby boom, musik Rock ‘n Roll merupakan suara yang baru dengan tema yang disadari oleh generasi baru sebagai sesuatu yang unik. Untuk remaja tahun 1950an, musik Rock ‘n Roll mengajarkan bagaimana menari, bagaimana berbusana, bagaimana berbicara, bahkan bagaimana berpacaran.

          Dengan respon yang ada, bisa dilihat bagaimana perkembangan Rock ‘n Roll di Amerika Serikat. Adanya penolakan dari kaum tua jelas membuat Rock ‘n Roll kurang bisa berkembang dengan cepat. Walau pada tahun 1950an Rock ‘n Roll merajai chart musik di Amerika Serikat, para produser rekaman di Amerika Serikat tidak tertarik, mereka malah memproduksi  teen idol dengan kualitas rendah. Biarpun ada yang memproduksi, musik Rock ‘n Roll diproduksi oleh label rekaman yang kecil dan diputar di stasiun radio AM.

           Rock ‘n Roll mulai naik saat saluran FM sudah dibuka dan peran radio digeser oleh televisi. Peran radio saat itu juga hanya menjadi sebuah jukebox, sebuah alat untuk memutar musik, dan dengan digesernya peran radio oleh televisi maka radio harus mencari spesialisasi. Spesialisasi itu dalam hal pendengar, dan akhirnya memunculkan stasiun radio yang khusus memutarkan musik kulit hitam, sehingga memunculkan istilah “Negro radio.” Saluran FM yang banyak juga memungkinkan pendengarnya untuk mendengarkan musik yang merekan inginkan. Harga radio yang murah dan bentuk fisiknya yang kecil juga membuat radio bisa dimiliki secara perorangan, dan hal itu memungkinkan remaja kulit putih di Amerika Serikat mendengarkan musik R’nB atau Rock ‘n Roll.

           Selain radio, ada satu orang yang membantu Rock ‘n Roll menjadi populer di Amerika Serikat, yaitu Sam Phillips dan Elvis Presley. Sam Phillips adalah pemilik perusahaan rekaman bernama Sun Record di Memphis, dan Elvis Presley aalah orang kulit putih pertama yang menyanyikan lagu-lagu Rock ‘n Roll. Selama era 1950an, Sun Record memproduksi rekaman-rekaman dari pemusik yang akhirnya menjadi legenda, seperti Carl Perkins, Charley Rick, Johnny Cash, Jerry Lee Lewis, dan Elvis Presley, dan Sam Phillips berhasil memasarkan rekaman-rekaman itu dengan baik, dan Phillips juga berharap “bisa menghancurkan barikade lama yang membedakan antara musik kulit hitam dan kulit putih.”

          Elvis Presley dikenal dalam sejarah Amerika Serikat sebagai orang kulit putih pertama yang memainkan musik Rock ‘n Roll. Single pertama dari Elvis Presley adalah Heartbreak Hotel, keluar pada tahun 1956. Setelahnya ada Jerry Lee Lewis, juga berkulit putih, yang populer dengan lagu “Rock Around The Clock.” Elvis dan penyanyi Rock lainnya menunjukkan bahwa musik kulit hitam juga digemari oleh orang kulit putih. Kemunculan Elvis Presley ini juga mempengaruhi anak muda untuk bermain musik Rock. Pengaruhnya bahkan sampai di Inggris, bahkan salah satu anggota The Beatles, yaitu John Lennon, menyatakan Elvis sebagai idola terbesarnya.

           Efek lain dari kemunculan Elvis Presley adalah berani tampilnya pemusik Rock ‘n Roll berkulit hitam. Salah satunya adalah Chuck Berry. Sebelum Elvis tampil, Chuck Berry sudah lebih dulu ada. Dengan tampilnya Elvis, hal itu memancing anak muda kulit putih Amerika Serikat untuk mencari pemusik Rock ‘n Roll lainnya. Dengan adanya atensi besar dari anak muda kulit putih Amerika Serikat itu muncullah pemusik kulit hitam yang selama ini kurang begitu terekspos, seperti Chuck Berry.

           Secara garis besar, musik Rock ‘n Roll diterima oleh banyak anak muda di Amerika Serikat. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kaum muda menganggap Rock ‘n Roll sebagai sesuatu yang unik, mengajarkan bagaimana menari, bagaimana berbusana, bagaimana berbicara, bahkan bagaimana berpacaran. Hal itu disebabkan oleh semangat jaman yang ada, dimana banyak anak muda yang bosan dengan kemapanan yang ada dan mendapatkan Rock ‘n Roll sebagai sesuatu yang unik. Selain itu munculnya pemusik Rock ‘n Roll dari kalangan kulit putih sendiri memberanikan anak muda di Amerika Serikat, khususnya kulit putih, berani keluar dari kekangan orang tua mereka dan mendengarkan serta memainkan musik Rock ‘n Roll.

          Diluar itu, ada beberapa kejadian menyangkut perkembangan Rock ‘n Roll di Amerika Serikat. Elvis Presley yang muncul pertama kali tahun 1956 harus masuk wajib militer pada tahun 1957, sehingga waktunya untuk mengembangkan Rock ‘n Roll terpotong. Elvis masuk wajib militer sampai tahun 1960, sempat dikirim ke Jerman Barat, dan walau waktunya sedikit sempat main dalam film berjudul “King Creole.”  Selain Elvis masuk wajib militer, Chuck Berry sempat masuk penjara. Buddy Holly dan Eddie Cocharn meninggal dunia karena kecelakaan. Lalu Jerry Lee Lewis mengejutkan Inggris dengan menikahi keponakannya yang berusia 13 tahun.

6 thoughts on “IT’S ONLY ROCK ‘N ROLL (BUT I LIKE IT), The Beginning of…

  1. Elvis was drafted into the army in 1958 and not 1957 and after King Creole was made. His arrival at Army camp was delayed to enable the film to be completed. He was not the first white man to play rock and roll and certainly not the first white man to play black music. He was though supremely talented and had the greatest impact of the early rock and rollers.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s