BRITISH INVASION (The Main Event)

The Beatles
The Beatles arrived in USA in 1964

A. DAMPAK AWAL DARI BRITISH INVASION TAHUN 1964                                                        

Sebenarnya British Invasion bukanlah suatu peristiwa, melainkan suatu fenomena dimana pada tahun 1964 band-band asal Inggris berhasil menduduki posisi teratas dalam chart musik di Amerika Serikat. Oleh para ahli sejarah, British Invasion ini ditandai dengan berhasilnya lagu dari The Beatles, yaitu I Want To Hold Your Hand, meraih peringkat pertama tangga lagu Amerika Serikat, yaitu Billboard Hot 100, pada 1 Februari 1964. Hal itu diikuti dengan tampilnya band The Beatles dalam acara Ed Sullivan Show pada 9 Februari 1964 yang ditayangkan stasiun TV CBS.  Ada sebuah catatan, bahwa ada 50.000 permintaan karcis untuk studio yang daya tampungnya hanya 700 orang, dan diperkirakan ada kurang lebih 70 juta orang yang menonton acara itu lewat TV.

Dampak dari penampilan The Beatles dalam Ed Sullivan Show adalah masuknya band-band dari Inggris ke Amerika Serikat. Band-band asal Inggris itu akhirnya selain punya chart lagu di Inggris, mereka juga punya chart lagu di Amerika Serikat. Band-band asal Inggris lain yang datang ke Amerika Serikat adalah The Rolling Stone, Dave Clark Five Band, Herman’s Hermit, Gerry and The Pacemakers, The Animals, Searchers, Zombies, Kinks, Peter & Gordon, dan Freddie and The Dreamers.

Fenomena itu tidak hanya masuknya band-band dari Inggris saja ke Amerika Serikat. Bahkan band-band dari Inggris itu menguasai tangga lagu pop Amerika Serikat pada tahun itu, 1964. Lagu dari The Beatles, I Want To Hold Your Hand, menjadi lagu terbaik tahun 1964 dan menjadi hit terbesar keempat di Amerika Serikat pada dekade 1960 sampai 1970. Selain itu ada juga band yang berasal dari Inggris yang punya chart lagu di Amerika Serikat, tapi tidak punya chart lagu di Inggris, seperti Chad & Jeremy dan Ian Whitecomb.

B. MENGAPA DAMPAKNYA SEDEMIKIAN BESAR?

The Beatles baru dikenal oleh Amerika Serikat saat album Introducing The Beatles dirilis oleh Vee Jay Record pada tahun 1963, bahkan singlenya, yaitu From Me To You, hanya menduduki peringkat 118 pada tangga lagu Amerika Serikat. Hal yang mengherankan, dalam waktu 1 tahun, yaitu pada Februari 1964, The Beatles berhasil membuat suatu fenomena, yaitu British Invasion. Apa yang membuat dampak dari The Beatles sedemikian besar?

 Sebuah sumber mengatakan, kematian presiden Amerika Serikat saat itu, John F. Kennedy, dan Ed Sullivan memegang peranan besar. Kematian presiden Kennedy yang ditembak oleh sniper membuat rakyat Amerika Serikat sedih. Dari sudut kepopuleran, presiden Kennedy memang presiden ynag populer bagi masyarakat Amerika Serikat. Sementara itu, Ed Sullivan sendiri, yang pernah ke Inggris menyaksikan penampilan The Beatles merasa The Beatles cocok untuk menghibur warga Amerika Serikat yang sedih dengan kematian presidennya.

Di Eropa sendiri, The Beatles juga merupakan sesuatu yang fenomenal. Mereka menciptakan suatu fenomena bernama Beatlemania, dan sempat melakukan tur konser keliling Inggris dan Eropa. The Beatles sempat tur konser keliling Inggris sebanyak 3 kali, sempat juga tur keliling Swedia, dan terakhir pada Januari 1964 tur 3 minggu di Paris.

 Ed Sullivan yang merasa cocok dengan kemampuan The Beatles memutuskan untuk menampilkan The Beatles dalam acaranya. Hal itu disetujui oleh manajer The Beatles, Brian Epstein. Persiapan kedatangan The Beatles dipromosikan dengan bantuan Capitol Records yang menempelkan 5 juta stiker The Beatles, menampilkan The Beatles dalam majalah Time, Newsweek, dan majalah Life. Tampilnya lagu The Beatles, I Want To Hold Your Hand, sebagai nomor satu dalam Billboard top 100 juga membantu promosi. Selain itu ada promosi tentang gaya hidup The Beatles, dalam bentuk wig, tee shirt, buku, dan sebagainya. Hasil yang didapatkan adalah fenomena British Invasion, dan hal itu tergambar dalam ungkapan dari sebuah buku, “For fourteen hectic days, they would bring a joyful madness to our shores… An uncounted number of teenage girls would faint away at the very sight of them… (Eeeeeeeeeeee-Eeeeeeeeeeeeee-EEEEEEEEEEEE-EEEEEEEEEEE-and plop!” (Dalam 14 hari yang melelahkan, mereka akan membawa kegilaan yang menyenangkan pada daratan kita… tak terhitung jumlah remaja wanita yang tidak kenal lelah untuk melihat mereka (The Beatles) dari dekat).

C. DAMPAK TERHADAP ROCK ‘N ROLL DI AMERIKA SERIKAT      

 Sebelum membahas dampak dari British Invasion terhadap masyarakat, ada baiknya untuk melihat dampak British Invasion terhadap Rock ‘n Roll di Amerika Serikat sendiri. Hal ini penting karena dengan adanya British Invasion menaikkan posisi Rock ‘n Roll di mata masyarakat Amerika Serikat. Paling tidak Rock ‘n Roll sudah bisa diterima semua golongan, yaitu dari wanita dan remaja kulit putih, dengan menjadikan The Beatles sebagai idola mereka.

 Kemunculan The Beatles membawa perubahan terhadap musik Rock ‘n Roll di Amerika Serikat sendiri. Musik The Beatles menyajikan beat dan ritme yang mudah dicerna, tidak seperti Rock ‘n Roll yang dimainkan oleh pemusik Rock ‘n Roll Amerika Serikat sebelum British Invasion. Ada anggapan juga The Beatles menjadi sangat populer sebagai ikon, karena mereka menggambarkan bagaimana generasi muda Amerika Serikat saat itu, lalu rekaman dan musiknya “had begun to mark the passage of time in their listeners’ lives.” Selain itu musik The Beatles menjadi berpengaruh di Amerika Serikat, bahkan saat The Beatles melakukan revolusi dalam bermusik, hal itu tetap diikuti oleh Amerika Serikat.

Kemunculan The Beatles sebagai awalan fenomena British Invasion juga membawa banyak band asal Inggris datang ke Amerika Serikat. Walau kebanyakan dari mereka mengekor The Beatles dalam hal bermusik, tapi ada juga band yang berbeda dengan The Beatles. Band yang berbeda itu, contohnya The Rolling Stones, berusaha membawakan musik mereka sendiri, sehingga akhirnya memperkaya musik Rock ‘n Roll yang ada di Amerika Serikat.

 Adanya persaingan juga berperan agar pemusik Rock ‘n Roll bersaing menciptakan ciri musiknya masing-masing, sehingga secara tidak langsung Rock ‘n Roll ikut berkembang pula. Perkembangan itu adalah dalam hal genre, sehingga nantinya Rock ‘n Roll berkembang menjadi berbagai macam genre. Perubahan yang paling terlihat adalah saat The Beatles mengeluarkan album Sgt. Pepper’s Lonely Heart Club Band pada 1 Juni 1967 yang memunculkan genre baru, yaitu psychedelic rock.  Hal itu juga tidak terlepas dari sifat rock ‘n roll sendiri yang cepat dan selalu menginginkan hal yang baru.

Sgt._Pepper's_Lonely_Hearts_Club_Band
cover album Sgt. Pepper's Lonely Heart Club Band

 Selain dengan kemunculan Elvis Presley, kemunculan The Beatles juga membuat anak muda kulit putih di Amerika Serikat memainkan musik Rock ‘n Roll. Hal itu berkaitan dengan banyaknya kaum wanita yang menyukai The Beatles dan membuat remaja pria kulit putih berusaha agar bisa memainkan lagu-lagu The Beatles. Dampak ini jelas membuat Rock ‘n Roll sendiri menjadi lebih populer di Amerika Serikat dan nantinya memunculkan pemusik Rock ‘n Roll dari Amerika Serikat.

Link buat nonton penampilan The Beatles di Ed Sullivan Show: http://youtu.be/Q1wIXIFfrXI 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s