CIVIL RIGHTS MOVEMENT

martin luther king jr
Martin Luther King jr

               Civil Rights Movement adalah gerakan dari kaum kulit hitam di Amerika Serikat pada tahun 1950an sampai 1960an yang bertujuan mendapatkan hak-hak yang sama sebagai warga negara. Hal ini terjadi karena sebelumnya di Amerika Serikat terjadi pendiskriminasian dari warga kulit putih terhadap warga kulit hitam. Jika ditarik lagi ke abad 17, 18, 19, sentimen ini ada sehubungan dengan latar belakang orang kulit hitam sebagai budak yang dipekerjakan oleh orang kulit putih, khususnya di daerah Amerika Serikat bagian selatan. Sehubungan dengan ini, sebelumnya sempat terjadi Perang Sipil antara kaum anti perbudakan (Amerika Serikat bagian utara, yaitu Union) dengan kaum pro perbudakan (Amerika Serikat bagian selatan, yaitu Konfederasi). Perang Sipil sendiri akhirnya dimenangkan oleh pihak Union dan mengakhiri perbudakan di seluruh Amerika Serikat. Orang kulit hitam banyak yang berpindah ke kota-kota besar di utara untuk mendapat pekerjaan dan pendidikan yang lebih layak.

             Walaupun begitu pendiskriminasian terhadap orang kulit hitam belum selesai, masih banyak praktek rasisme dan segregasi di Amerika Serikat bagian selatan. Segregasi sendiri adalah pemisahan fasilitas umum bagi orang kulit putih dan kulit hitam, dan hal itu dikenal dengan kalimat Separate but Equal. Selain itu oleh negara orang kulit hitam tidak memiliki hak politik dan tidak sama didepan hukum. Orang kulit hitam sendiri, yang sudah mulai terpelajar, menolak praktek pendiskriminasian ini. Mereka tidak mau diperlakukan seperti warga negara kelas dua. Akhirnya hal itulah yang membuat terjadinya Civil Rights Movement, gerakan persamaan hak antara kulit hitam dan kulit putih.

               Civil Rights Movement ini sendiri mulai ramai saat Rosa Parks, wanita kulit hitam yang menjadi sekretaris NAACP (National Association for the Advancement of Colored People) dipenjara pada tahun 1955 karena menolak memberikan kursinya bagi penumpang bis yang berkulit putih. Dipenjaranya Rosa Parks ini mengundang reaksi keras dari berbagai lembaga kulit hitam yang juga memperjuangkan persamaan hak. Reaksi keras itu memicu terjadinya peristiwa Montgomery Buss Boycott, dimana orang-orang kulit hitam menolak untuk naik bis sampai Rosa Parks dibebaskan. Gerakan itu berlangsung selama satu tahun dan mengakibatkan penurunan pendapatan bis sebesar 65%. Setahun setelahnya, Mahkamah Agung memutuskan bahwa praktek pemisahan seperti itu adalah inkonstitusional. Hal itu jadi kemenangan pertama dan penting bagi pejuang hak sipil kulit hitam dan memunculkan nama Martin Luther King jrsebagai salah satu pemimpinnya yang terkenal dengan aksi non violence.

Rosa Parks
Rosa Parks

           Di tempat lain, tahun 1960 di North Carolina, orang kulit hitam melakukan aksi duduk, yaitu dengan masuk restoran dan duduk di bagian orang kulit putih, dan tidak akan pergi jika tidak dilayani. Aksi itu menarik perhatian media massa dan diliput, serta mengilhami orang kulit hitam untuk melakukan hal serupa. Tahun 1961 ada gerakan “Ride for Freedom”, dimana orang kulit hitam dan kulit putih pergi dalam satu bis dan berhenti di terminal yang masih menerapkan segregasi. Setelah itu, Martin Luther King jr pada tahun 1963 melakukan demonstrasi dengan berjalan kaki dari Georgia ke Washington yang dikenal dengan The March to Washington, dan diikuti lebih dari 200,000 orang. Sesampainya di Washington, Martin Luther King jr mengucapkan pidatonya yang terkenal, yaitu I Have a Dream, impiannya bahwa suatu saat nanti orang kulit hitam dan kulit putih akan duduk semeja. Walau begitu, March to Washington belum cukup untuk memaksa kongres meluluskan Civil Rights Act. Di Birmingham, Alabama terjadi tindak kekerasan oleh polisi saat orang kulit hitam mengadakan demonstrasi menentang diskriminasi, padahal saat itu rancangan Civil Rights Act sudah ada di meja kongres.

              Perjuangan Civil Rights Movement mulai mendapat hasil saat presiden Lyndon Johnson pada tahun 1964 meluluskan Civil Rights Act yang melarang diskriminasi di seluruh tempat umum. Pada tahun 1965, presiden Lyndon Johnson megeluarkan Voting Rights Act yang memberi wewenang kepada pemerintah pusat mengangkat juru periksa untuk mendaftar pemilih dimana pejabat lokal tidak memberi ijin kepada warga kulit hitam, dengan kata lain memberikan hak pilih kepada semua orang kulit hitam. Setelah dua Act tu keluar, perjuangan masih belum selesai, dua Act tadi juga membuat perselisihan antara orang kulit hitam dan putih menjadi lebih tajam. Akibatnya adalah terbunuhnya Martin Luther King jr pada musim semi 1968 dan muncul gerakan militan dari kulit hitam sendiri. Gerakan militan tersebut dikenal dengan nama Black Power dibawah pimpinan Stokely Carmichael dan Malcolm X. setelah terjadi beberapa masalah, akhirnya pada tahun 1970an orang kulit hitam bisa masuk ke kelas menengah dan tinggal di daerah pinggiran kota.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s