PENTAGON PAPERS

The-Most-Dangerous-Man-NYT-front-page-with-Pentagon-Papers
Pentagon Papers

 Definisi Pentagon Papers sendiri adalah perkara yang timbul karena New York Times mengungkap dokumen perang Vietnam yang kemudian diikuti oleh Washington Post dan beberapa surat kabar lainnya sehingga pemerintah menggugat ke pengadilan dengan alasan pengungkapan itu dapat mengancam keamanan negara. Definisi hak rakyat berhak mengetahui adalah wewenang atau keistimewaan yang berdasarkan hukum dari sebuah bangsa yang mendiami negara Amerika Serikat untuk mendapatkan informasi dari pemerintahnya. Definisi demokrasi sendiri adalah pemerintahan dan kekuasaan ada di tangan rakyat.

Hak mengetahui banyak diperjuangkan oleh pers, yaitu dengan menuntut kebebasan pers menurut konsep kebebasan pers pada amandemen pertama Konstitusi. Hak kebebasan pers itu juga termuat dalam Universal Declaration of Human Rights (1948) pasal 19 yang menyatakan bahwa “setiap orang memiliki hak untuk bebas beropini dan berekspresi; hak ini meliputi kebebasan mempunyai opini tanpa adanya campur tangan serta kebebasan mencari, menerima dan memberikan informasi dan gagasan melalui media apapun tanpa adanya batas-batas”.

Penerapan pembatasan informasi oleh pemerintah AS sendiri sudah diterapkan sejak perang revolusi (1775) oleh George Washington, dan berkembang menjadi makin semena-mena selama Perang Dunia II. Tahun 1936, Angkatan Darat telah membagi tanda kerahasiaan yang mencakup materi kebijakan luar negeri dan data politik menjadi secret (jika informasi diungkapkan dapat mengakibatkan kehancuran bagi masyarakat dan negara serta menguntungkan negara lain), confidential (jika informasi diungkapkan walau tidak membahayakan keamanan negara, tapi bisa merugikan masyarakat dan negara serta menguntungkan negara lain), dan restricted (informasi yang digunakan secara resmi dan terbatas pada privasi administrasi dan tidak untuk rakyat keseluruhan). Pada masa Truman, muncul klasifikasi top secret yang menjadi dasar penandaan dari Pentagon Papers.

Pers sendiri menurut Harold Lasswell mempunyai 3 fungsi utama, yaitu surveillance (pengamatan), interpretation (interpretasi), dan socialization (sosialisasi). Fungsi pers dalam surveillance adalah melaporkan peristiwa yang sedang terjadi. Fungsi pers dalam interpretation adalah pers menafsirkan makna peristiwa, memasukkannya ke dalam konteks, dan mempertimbangkan konsekuensinya. Fungsi pers dalam socialization adalah pers memasyarakatkan individu dalam latar budayanya.

Pentagon Papers dibuat oleh 36 orang peneliti atas perintah menteri pertahanan AS saat itu, Robert McNamara dan kelompok peneliti itu dipimpin oleh Leslie H. Gleb. Pekerjaan itu dimulai pada 17 Juni 1967 dan selesai 18 bulan kemudian (1969). Isi dari Pentagon Papers sendiri adalah peran Amerika Serikat dalam perang Vietnam dan meneliti mengapa dan bagaimana AS terlibat. Terungkap juga dalam dokumen itu pada pemerintahan Harry Truman sampai Lyndon Johnson sering disembunyikan keputusan militer dan politik yang vital terhadap publik dan kongres. Dokumen itu sendiri terdiri dari 47 volume dan berklasifikasi top secret.

Pembocoran Pentagon Papers dilakukan oleh salah satu penulisnya, yaitu Daniel Ellsberg (lahir 1931). Awal tahun 1971 Ellsberg memberikan dokumen Pentagon Papers kepada temannya, Neil Sheenan, seorang wartawan New York Times. Salinan dokumen itu juga mulai menyebar ke beberapa surat kabar lain pada akhir musim semi 1971, seperti Washington Post, Boston Globe, Chicago Sun-Times, 8 dari 11 surat kabar the Knight group, dan St. Louis Post-Dispatch. Alasan Ellsberg adalah agar rakyat AS juga mendapat kesempatan yang sama untuk menganalisis tentang keikutsertaan AS dalam masalah Vietnam. New York Times sendiri berpendapat “tampaknya bagi kita, informasi ini sangat penting guna memahami jalannya perang dan pembuatan keputusan dalam pemerintahan AS…hal itu membuat rakyat berpikir”. New York Times dan surat kabar lain menyatakan bahwa penyebaran informasi semacam ini adalah kepentingan public dan tidak terdapat bahaya yang mengancam keamanan negara.

daniel ellsberg pentagon papers
Daniel Ellsberg

  Saat penerbitan serial Pentagon Papers yang pertama oleh New York Times pada Minggu, 13 Juni 1971, Jaksa Agung John Mitchell memerintahkan untuk menghentikan pemuatan serial tersebut, tapi ditolak oleh New York Times. Departemen Kehakiman lalu mengirimkan telegram pada New York Times untuk menghentikan publikasi tersebut dengan alasan akan mengakibatkan kehancuran negara segera dan tidak dapat dipulihkan, kematian langsung terhadap para tahanan perang AS, serdadu, agen CIA, dan aparat pemerintah lainnya; memperpanjang perang, menegangkan hubungan dengan sekutunya, menghalangi negoisasi dengan musuhnya, serta melanggar Espionage Act. Peringatan itu tetap ditolak. Akhirnya Departemen Kehakiman mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Distrik Federal di New York.

Pada tanggal 15 Juni 1971 hakim Murray I. Gurfein mengeluarkan perintah pengekangan sementara yang memaksa New York Times menghentikan publikasi dokumen itu, dan hal itu merupakan yang pertama dalam sejarah AS. Laporan pemerintah ini gagal karena ada satu dokumen yang oleh seorang reporter disangkal karena pernah diberitakan secara resmi sehinggga pemerintah dianggap melapor karena faktor embarrassment (malu). Kasus yang sama juga terjadi pada Washington Post. Pemerintah memutuskan naik banding, dan akhirnya New York Times meninjaukan perkara itu ke Mahkamah Agung. Setelah beberapa kali naik banding, pemerintah melalui Mahkamah Agung berhasil melarang penerbitan lain tanggal 22 dan 26 Juni tahun 1971.

Kasus New York Times dan Washington Post dijadikan satu dan ditangani bersama di Mahkamah Agung dengan nama New York Times v. United States. Pada peninjauan awal dan debat lisan, pihak Times berhasil menunjukkan pemerintah tidak dapat membuktikan keterkaitan apapun dengan keamanan negara terhadap penerbitan yang dilarang itu. Setelah acara argumentasi lisan, tanggal 30 Juni 1971 Mahkamah Agung mengeliarkan keputusan per curiam (pendapat terpisah) dengan 6:3 yaitu memenangkan New York Times dan Washington Post, sehingga kedua surat kabar itu boleh mempublikasikan Pentagon Papers lagi.

Mahkamah Agung menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat membuktikan bahwa dokumen itu dapat membahayakan keamanan negara, sehingga perintah prior restraint yang dilakukan pemerintah tidak dapat dibenarkan. Pemerintah terlalu berhati-hati dalam mengklasifikasi informasi itu menjadi top secret dan publikasi itu tidak membahayakan negara. Hakim Agung yang mendukung penerbitan itu berpegang pada jaminan pers bebas dalam amandeemen pertama Konstitusi tidak dapat dibantah dan pengadilan tidak punya kekuasaan untuk menekan pengadilan. Hal menarik dari kasus ini adalah peranan pers dalam upaya memperjuangkan hak rakyat untuk memperoleh informasi yang diselewengkan pemerintah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s