PLATT AGREEMENT (Early United States – Cuba Diplomation)

united-states-cuba-cartoon
their early agreement

Pada masa sekarang, Amerika Serikat dikenal bermusuhan dengan Kuba, bahkan Amerika Serikat menerapkan embargo ekonomi terhadap Kuba. Tetapi, apakah memang dari dulu hubungan Amerika Serikat dengan Kuba memang buruk dari awal? Ternyata tidak, bahkan Amerika Serikat membantu kemerdekaan Kuba atas Spanyol. Setelah membantu kemerdekaan Kuba, Amerika Serikat melakukan perjanjian deengan Kuba yang dikenal dengan nama Platt Agreement. Perjanjian itu dimulai pada 1898 dan berakhir pada 1957 saat Fidel Castro melakukan kudeta di Kuba dan membuat pemerintahan Kuba lebih condong ke Uni Soviet, musuh politik Amerika Serikat saat itu. Berikut ini akan dibahas Platt Agreement yang menjadi perjanjian pertama antara Amerika Serikat dengan Kuba.

  Platt Agreement sendiri adalah bentuk intervensi Amerika Serikat terhadap Kuba atas bantuan Amerika Serikat membantu kemerdekaan Kuba dengan perang Amerika-Spanyol pada tahun 1898. Keadaan Kuba di era 1890an adalah rakyat yang bermusuhan dengan kerajaan Spanyol, dan keinginan untuk merdeka. Keadaan itu dimanfaatkan Amerika Serikat dengan memanfaatkan semangat “jingoism” dalam masyarakat Amerika Serikat sendiri, yaitu perasaan nasionalisme yang berlebihan dan pers yang sensasional, yang tercermin dengan marahnya masyarakat Amerika Serikat saat kapal perang milik Amerika Serikat, Maine yang berlabuh di Havana (ibukota Kuba) dihancurkan, dan hal ini dikabarkan secara sensasional oleh pers. Singkat kata, perang itu dimenangkan oleh Amerika Serikat, dan pada 10 Desember 1898 Spanyol menyerahkan Kuba kepada Amerika Serikat sekaligus menunggu Kuba memerdekakan diri sendiri, menyerahkan Puerto Rico dan Guam sebagai ganti rugi perang, dan menyerahkan Filipina dengan bayaran US$ 20 juta.

Isi dari Platt Agreement adalah Kuba dilarang untuk berdiplomasi dengan negara lain, perekonomian Kuba diatur oleh Amerika Serikat, Amerika Serikat boleh melakukan intervensi ke Kuba, dan Kuba harus menjual Guantanamo ke Amerika Serikat. Selain itu dengan Platt Agreement Amerika Serikat bisa menempatkan wakilnya dalam pemerintahan Kuba. Platt Agreement ini menjelaskan mengapa Amerika Serikat bisa memiliki penjara untuk musuh-musuhnya di wilayah negara lain. Platt Agreement ini sendiri berakhir saat tahun 1957 Fidel Castro melakukan kudeta dan mengambil alih kepemimpinan di Kuba, tapi Guantanamo tetap menjadi milik Amerika Serikat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s