UNITED STATES ON RACISM, XENOPHOBIA, AND DISCRIMINATION

end-racism
end it,our we'll be ended

Bentrokan antarsuku, kefanatikan, dan kekerasan merupakan bagian lanskap suku pada tahun 1970an dan 1980an. Bentrokan dengan kekerasan telah berkurang sejak tahun 1960an, ketika saat itu huru-hara meledak di sejumlah kota besar. Akan tetapi pola xenophobia (ketakutan terhadap segala sesuatu yang berbau asing), rasisme, dan anti Semitisme (anti Yahudi), serta bentrokan suku mengenai wilayah, pekerjaan, dan kekuasaan berlangsung terus.

Setiap imigran besar-besaran selalu menyebabkan xenophobia. Para imigran dan pengungsi banyak yang diganggu dan bahkan sering diserang. Lingkup dan kedalaman rasa permusuhan itu bergantung pada besarnya kelompok yang menjadi sasaran, kehadiran mereka yang tiba-tiba di tengah masyarakat, dan kaitan ekonominya. Contohnya adalah tahun 1987 di Jersey City, dimana banyak orang India yang menetap dalam waktu singkat. Perempuan India yang memakai sari menjadi bulan-bulanan orang kulit putih, orang kulit hitam kelahiran setempat, dan orang Hispanik. Salah seorang pejabat di Departemen Kehakiman menyebut kekerasan terhadap orang Asia sebagai “bidang diskriminasi yang meluas paling cepat” di Amerika Serikat. Hal lain adalah peristiwa diskriminasi makin meningkat seiring makin banyaknya orang Asia yang datang ke Amerika Serikat.

Banyak orang dewasa kulit hitam membenci kaum pengungsi karena dianggap diberi pengkhususan oleh pemerintah. Sebagaimana halnya dengan banyak orang kulit putih, mereka beranggapan demikian karena mereka harus berjuang untuk mendapatkan pekerjaan, perumahan, dan barang lainnya yang tidak tersedia banyak. Contoh hal ini adalah orang Nikaragua mendapatkan pekerjaan meskipun mereka tidak bisa berbahasa Inggris, sehingga memperdalam kebencian orang kulit hitam. Angka pengangguran orang kulit hitam meningkat antaran tahun 1981 sampai 1987 dari 9% menjadi 10,4%, sebaliknya angka pengangguran di kalangan Hispanik turun dari 8,7% jadi 5,8%.

Kadang-kadang bentrokan antara kaum kulit hitam dan kelompok suku imigran yang baru datang jelas berpusat pada persaingan mengenai jabatan pemerintahan. Contohnya adalah tahun 1984, di Chicago dimana Dewan Pendidikan yang diketuai seorang Hispanik memecat pemilik sekolah yang berkulit hitam. Kaum aktivis Hispanik mengatakan kalau pemilik sekolah itu tidak bisa memperbaiki kondisi sekolah, dan di sekolah itu muridnya mayoritas hispanik. Orang kulit hitam memandang gerakan itu sebagai usaha untuk menyingkirkan mereka dari jabatan kekuasaan yang baru saja mereka rebut di kota tersebut.

Politik bahasa menjadi masalah berikutnya, dan hal itu muncul dimana saja orang Hispanik tinggal. Kota Monterey Par di California yang berpenduduk 60.000 orang dan tiga perempat penduduknya adalah orang Asia dan Hispanik. Orang Amerika-Meksiko benci melihat orang Asia berhasil dan banyak orang kulit putih melihat rambu-rambu jalan dalam bahasa asing sebagai tanda bahwa orang Meksiko, Vietnam, dan Cina telah mengambil alih kota tersebut.

Rasisme sendiri masih terjadi antara orang kulit hitam dan putih. Di Yonkers, New York, sebuah perintah pengadilan untuk memukimkan orang kulit hitam dan lainnya di lingkungan orang kulit putih pada tahun 1980an menyebabkan timbulnya protes dari orang kulit putih. Mereka takut hal ini akan menurunkan harga tanah dan memandang perintah pengadilan tersebut sebagai keuntungan istimewa yang tidak diberikan pada orang Irlandia dan Italia. Hal itu juga dipicu oleh pengalaman daerah Bronx yang penuh kejahatan, narkotik, dan kesulitan.

Tindakan kekerasan ras atau suku biasanya dilakukan oleh remaja atau orang dewasa muda. Sekolah menengah di kota-kota besar juga sering merupakan pusat ketegangan antar ras. Di sekolah menengah Christopher Colombus daerah Bronx, orang kulit hitam segera memukul jika dia merasa sepatunya terinjak oleh orang kulit putih, dan sebaliknya orang kulit putih akan memukul jika mereka mengira mobilnya diserempet orang kulit hitam. Ejekan dan lelucon rasial, pemeloncoan, penebaran semboyan rasial dan bahkan serangan fisik menyebabkan pendidikan serta kurikulum khusus untuk mengatasi ketegangan antar suku.

Perisitwa anti Yahudi atau anti Semitisme juga terjadi di sekolah menengah dan perguruan tinggi pada tahun 1970an dan 198an, walau anti Semitisme mulai berkurang di tahun 1980an. Di samping anti semitisme, ungkapan anti Yahudi yang terjadi di depan umum biasanya terjadi di antara para pelajar dari usia sekolah menengah dan kadang-kadang diantara pemimpin nasionalis kulit hitam. Para pelajar sekolah menengah di kota sering menguapkan desas-desus lama terhadap kaum Yahudi.

Pelaku anti Semitisme kebanyakan adalah kaum Skinhead, yaitu kelompok Neo-Nazi, yang dikabarkan mempunyai sekitar 2000 anggota yang kebanyakan di California dan kelompok kecil ada di beberapa negara bagian lainnya. Gejala anti Semitisme di kalangan kulit hitam dirumitkan oleh kenyataan bahwa kaum Yahudi kadang-kadang mengungkapkan rasa sangsi bahkan pertentangan terhadap bentuk-bentuk pembelaan kaum minoritas yang oleh banyak orang dipandang sebagai penjatahan. Orang kulit hitam sendiri juga dianggap sebagai penghisap oleh orang Yahudi. Hal itu juga dimungkinkan kaum Yahudi telah terbiasa menjadi kambing hitam bagi rasa frustasi kulit putih miskin baik di Eropa maupun Amerika Serikat.

Luas diskriminasi dan bentrokan antar suku secara terbuka berkurang sebagian besar karena kerangka kehidupan sosial dan politik Amerika Serikat telah berubah. Imbauan yang berprasangka suku tidak dapat dilakukan oleh seorang pejabat penting pemerintah kota pada tahun 1970an sampai 1980an. Revolusi hak-hak sipil telah membangun sebuah susunan hukum, badan-badan pelaksanaan pemerintahan dan kehakiman, serta pengaturan pencegahan untuk menghukum dan mencegah tindakan diskriminasi. Dengan revolusi hak-hak sipil, kebudayaan warga telah menjadi lebih merangkul dan kokoh dalam perjuangan membuat orang Amerika Serikat lebih aman dalam kebhinekaan mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s