UNITED STATES’ BEST THIRD PARTY (How?)

teddy
Theodore Roosevelt, leader of Bull Moose Party

Usaha Theodore Roosevelt dimulai setelah konvensi Partai Republik menempatkan William Taft sebagai calon presiden tahun 1912 dari Partai Republik. Sebenarnya partai Republik saat itu memiliki 3 calon, yaitu William Taft, Theodore Roosevelt, dan Robert LaFollete. Kesalahan Theodore Roosevelt disini adalah dia terlambat bergerak, sehingga William Taft berhasil mendapat dukungan dari hampir semua pemimpin Republik. Sementara itu Robert LaFollete, yang sempat memisahkan diri dan membentuk  National Progressive Republican League, gagal meraih dukungan karena kampanye yang buruk, yang akhirnya membuat dukungan kaum progresif beralih kepada Theodore Roosevelt.

 Sehari setelah konvensi Partai Republik, pada 20 Juni 1912, Partai Progresif dibentuk. Pembentukan Partai Progresif secara resmi adalah saat Theodore Roosevelt mengumumkan pada delegasi yang mendukungnya sehari setelah konferensi nasional Republik, bahwa dia menerima pencalonan dirinya sebagai presiden dari Partai Progresif. Partai Progresif sendiri mendapat pendukung dari Partai Republik dan orang-orang yang kecewa dengan pemerintahan William Taft. Slogan kampanye dari Theodore Roosevelt adalah “We stand at Armageddon, and we battle for the world.” Partai pecahan Republik ini didanai oleh penerbit Frank A. Munser dan George W. Perkins. Rencana kerja dari partai Progresif sendiri adalah perjuangan wanita, amandemen Konstitusi yang lebih mudah, jaminan sosial bagi wanita dan anak-anak, kompensasi pekerja, perbaikan lahan pertanian, perbaikan dalam bank agar nilai mata uang tetap elastis, asuransi kesehatan dalam industri, pajak yang baru (warisan dan penghasilan), pengairan yang lebih baik, dan pembatasan senjata angkatan laut.

Saat kampanye, Theodore Roosevelt sempat mendapat percobaan pembunuhan. Hal itu terjadi di Milwaukee, Wisconsin pada 14 Oktober 1912. Seorang penjaga saloon, John Schrank, menembak Theodore Roosevelt. Peluru sempat menembus dada Theodore Roosevelt setelah melewat kedua kacamata besinya, dan 50 lipatan teks pidato yang ada di kantong jaketnya. Peluru sendiri tidak berhasil menembus paru-parunya, dan Theodore Roosevelt terus melanjutkan pidatonya dengan darah mengalir di kemejanya. Theodore Roosevelt terus memberikan pidato selama 90 menit, dan pada awal pidatonya dia menyatakan kalau “butuh lebih dari ini (peluru) untuk membunuh si rusa jantan” (mengacu pada sebutan partainya, “bull moose” atau “rusa jantan”). Baru pada minggu terakhir kampanye (kampanye berakhir tanggal 5 Oktober 1912), Theodore Roosevelt dibawa ke rumah sakit. Untuk menghormatinya, kedua pesaingnya juga berhenti berkampanye saat Theodore Roosevelt dirawat di rumah sakit.

 Theodore Roosevelt melakukan kampanye yang kuat untuk Partai Progresif, menyatakan bahwa cara Partai Republik telah “dicuri”. Semua programnya dinyatakan dalam pidatonya, “the New Nationalism”, menyatakan bahwa peran federal yang kuat diperlukan untuk mengatur ekonomi, dan terutama mengatur dan mengejar perusahaan yang buruk, membalikkan jaksa federal dan negara bagian yang keputusannya “tidak progresif”. William Taft sendiri melakukan kampanye tenang dan hanya bicara seperlunya saja, hanya untuk meraih suara di electoral vote saja. Hasilnya, kaum progresif menjadi seperti mengendalikan Partai Republik, dan pemimpin lama Partai Republik menjadi tidak percaya pada William Taft karena Partai Republik menjadi terlalu progresif, terutama dalam hal antitrust dan tariff. Partai Republik berusaha menyatakan kalau Theodore Roosevelt sebagai radikal yang berbahaya, tapi masyarakat tidak termakan oleh hal itu, sehingga hasil yang dicapai Partai Republik pada pemilihan presiden tahun 1912 menjadi pencapaian terendah sepanjang sejarah.

Hasil dari pemilihan presiden tahun 1912 adalah kemenangan Woodrow Wilson, Theodore Roosevelt di posisi kedua, dan William Taft di posisi ketiga. Woodrow Wilson mendapat 435 electoral vote dan 6.293.152 popular vote. Theodore Roosevelt mendapat 88 electoral vote dan 4.119.207 popular vote. William Taft mendapat 8 electoral vote dan 3.486.242 popular vote. Hal ini menempatkan Theodore Roosevelt sebagai calon presiden tersukses dari luar dua partai besar, walaupun akhirnya gagal menjadi presiden. Dalam persetase suara, Theodore Roosevelt berhasil mendapatkan 27 persen suara, dibandingkan William Taft sebanyak 23 persen suara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s