HISTORY OF JAPANESE PEOPLE IN UNITED STATES

japanese american
the real civilian!

Banyak dari sejarah orang Amerika-Jepang dibentuk oleh sikap, kecurigaan dan diskriminasi. Dalam pikiran masyarakat umum di Amerika Serikat, orang-orang Asia adalah orang Timur, dan merupakan ”bahaya kuning’, dan mereka tetap merupakan yang kelompok terpisah dan tersendiri.

Imigrasi dari Jepang ke Amerika Serikat dimulai pada akhir abad ke-19, yaitu pada tahun 1868, ketika Jepang sedang mengalami masa kritis, yaitu pada masa pengalihan klan Tokugawa menjadi Restorasi Meiji. Hal ini menandakan bahwa budaya Barat telah masuk ke Jepang dengan datangnya Laksamana Perry ke Jepang. Secara internal, pada masa itu Jepang sedang melawan persoalan memelihara kekuasaan tradisional sambil melucuti feodalisme dan dengan cermat memilih wawasan Barat yang akan diambilnya, termasuk kapitalisme dan teknologi modern.

Pada masa Restorasi Meiji, penduduk Jepang bertambah 30 persen hanya dalam waktu seperempat abad lebih, dan mencapai 44 juta orang pada 1900. Rata-rata standar kehidupan kelas menengah meningkat, dan mendorong banyak penduduk dari desa untuk pergi ke kota yang mulai menjadi pusat industri. Oleh karena itu, banyak penduduk yang menjadi pengangguran dan tingkat bunuh diri meningkat di kota-kota. Di Amerika Serikat sendiri, para buruh mempunyai penghasilan lima hingga sepuluh kali lipat dari buruh-buruh di Jepang.

Generasi pertama

Awal imigrasi Jepang ke Amerika Serikat, dimulai dari dikirimkannya 148 orang buruh kontrak ke Hawaii. Akan tetapi, ketidakpuasan dengan satu sama lain antara orang Hawaii dengan orang Jepang menyebabkan pemerintah Jepang turun tangan dengan memulangkan imigran Jepang tersebut. Pada tahun 1886, pemerintah Jepang mulai mengirim lagi orang-orang Jepang ke Hawaii sebagai buruh tebu yang pada saat itu sedang berkembang. Pada tahun 1890 jumlah pria Jepang tujuh kali wanitanya, dan pada tahun 1900 menjadi 24 kalinya.

Penduduk yang meninggalkan Jepang biasanya bukan kelas paling rendah, melainkan kelas yang menengah yang telah dipilih oleh pemerintah Jepang tersebut. Kebiasaan orang Jepang adalah cermat menabung dan mau bekerja keras. Setelah orang Jepang tersebut berhasil, mereka pulang dan membangun negeri mereka. Contohnya, kota Hiroshima yang dulu merupakan desa menjadi pusat industri sehingga dibom oleh Amerika pada waktu Perang Dunia II.

Di daratan Amerika Serikat, sekitar 40 persen imigran Jepang bekerja sebagai buruh tani, dan sisanya menjadi pekerja dalam berbagai tugas yang sangat berat lainnya. Tugas yang sangat berat itu seperti dalam pembuatan jalan kereta api, pertambangan, pemotongan kayu, pengalengan, dan pembantu rumah tangga. Para imigran Jepang itu juga menerima upah yang sangat rendah dengan jam kerja yang lama.

Untuk menghentikan arus imigran dari Jepang, pemerintah Amerika Serikat melakukan Gentlement’s Agreement pada tahun 1908. Menurut pokok-pokok persetujuan ini, Jepang akan dengan ketat membatasi jumlah Imigran Jepang, sehingga diharapkan tidak akan lagi imigran yang datang ke Amerika Serikat.

Generasi kedua ( Nissei)

 Pada generasi kedua ini, orang Amerika–Jepang sudah terpelajar dan makmur hidupnya. Mereka sudah mempunyai tanah pertanian mereka sendiri dan diskriminasi terhadap mereka sudah mulai menghilang dibandingkan dengan yang dialami oleh generasi sebelum mereka. Di Amerika Serikat sendiri didirikan suatu Organisasi orang Amerika-Jepang, yaitu JACL ( Japanese American Citizen’s League).

Pada tahun 1941, kemarahan dan kekhawatiran masyarakat Amerika Serikat terhadap Jepang muncul,dan berubah menjadi perlawanan terhadap orang Jepang. Pada bulan Februari tahun 1942, presiden Franklin Deleanor Roosevelt menandatangani suatu perintah pelaksanaan yang memberi kekuasaan pada militer untuk mengungsikan semua orang Jepang dan siapa saja yang tinggal di wilayah pantai barat. Mereka diungsikan ke pedalaman California hingga Arkansas yang terpencil. Hinaan terhadap orang Jepang tersebut dibayar dengan lebih dari 300.000 orang Amerika-Jepang yang ikut berperang di pihak Amerika Serikat dalam Perang Dunia II.

japanese american1
Japanese-American in WW II

Generasi ketiga (Sansei) dan orang Amerika-Jepang sekarang

 Menjelang 1959, pria Amerika-Jepang di daratan Amerika Serikat berpenghasilan 99% lebih tinggi dibandingkan dengan penghasilan orang kulit putih. Pada 1969, penghasilan pribadi rata-rata orang Amerika-Jepang 11% lebih tinggi daripada rata-rata nasional. Orang-orang Amerika-Jepang tersebut sudah mulai berasimilasi dan melakukan kawin campur dengan etnis dan bangsa lainnya, seperti dengan orang kulit putih, Cina, Meksiko, Spanyol, Yahudi, dan lain-lain.

Menjelang tahun 1960, jumlah orang Amerika-Jepang yang berkecimpung dalam pekerjaan profesional sedikit lebih banyak daripada orang kulit putih. Contohnya Masayuki Matsunaga menjadi senat Amerika Serikat sebagai senator Amerika-Jepang yang ketiga. Inilah yang simbol dari pencapaian mencolok orang Amerika keturunan Jepang di Amerika Serikat.

 (Artikel ini ditulis oleh Ryfky Eka Putra, mahasiswa Sejarah UI angkatan 2006, dan diedit oleh penulis)

2 thoughts on “HISTORY OF JAPANESE PEOPLE IN UNITED STATES

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s