UNITED STATES DIPLOMACIES ON AMERICA

Belajar dari pengalaman selama perang saudara, Amerika Serikat berusaha untuk meluaskan pengaruhnya ke negara-negara di sekitarnya. Dengan memperluas pengaruhnya terhadap negara-negara di sekitarnya, otomatis Amerika Serikat memiliki sekutu bila negaranya diserang. Negara-negara di sekitarnya tidak akan menjadi “musuh dalam selimut,” seperti Mexico yang dikuasai Prancis saat terjadi perang saudara, dimana Amerika Serikat, dalam hal ini Union, takut Prancis akan ikut campur karena letaknya sangat dekat dengan Amerika Serikat. Kondisi jaman pada masa itu juga mendukung Amerika Serikat untuk meluaskan pengaruhnya, terutama pengaruh ekonominya. Saat itu, negara-negara Eropa berusaha untuk memperluas pengaruhnya dengan saling berebut menguasai negara-negara di Afrika dan menguasai perdagangan di Asia. Keinginan dari Amerika Serikat untuk memperluas pengaruh ke negara-negara sekitarnya juga diperkuat oleh angkatan lautnya yang merasa perlu minta tambahan dana untuk memperkuat armadanya yang nanti digunakan untuk menjaga keamanan ekonomi dan politik di negara-negara sekitar Amerika Serikat. Bila melihat kebelakang lagi, keinginan Amerika Serikat untuk memperluas pengaruh ke negara-negara sekitarnya adalah adanya pemikiran ‘Manifest Destiny” dan “City Upon a Hill”, dimana artinya Amerika Serikat harus menjadi panutan dan pemimpin bagi masarakat sekitarnya. Kedua doktrin ini dijadikan sebagai alasan Amerika Serikat melakukan perluasan pengaruh dan pembenaran terhadap hak dan kewajiban Amerika Serikat memperluas pengaruh dan kebudayaannya di benua Amerika, Karibia, dan juga Pasifik.

Usaha perluasan pengaruh Amerika Serikat pertama dimulai dengan membeli Alaska dari Rusia pada tahun 1867 atas usul William Seward, menteri luar negeri Amerika Serikat saat itu. Alaska sangat luas, bahkan menjadi negara bagian terluas di Amerika Serikat, tapi sepi dan hanya berisi gunung es yang luas, sehingga banyak orang mencemooh keputusan membeli Alaska. Walau begitu, setelah ditemukannya banyak emas di sungai Klondike, banyak orang pergi dan menetap di Alaska.

Langkah perluasan wilayah berikutnya adalah dengan membantu kemerdekaan Kuba, negara jajahan Spanyol dan pulau terbesar di daerah Karibia, dengan perang Amerika-Spanyol pada tahun 1898. Keadaan Kuba di era 1890an adalah rakyat yang bermusuhan dengan kerajaan Spanyol, dan keinginan untuk merdeka. Keadaan itu dimanfaatkan Amerika Serikat dengan memanfaatkan semangat “jingoism” dalam masyarakat Amerika Serikat sendiri, yaitu perasaan nasionalisme yang berlebihan dan pers yang sensasional, yang tercermin dengan marahnya masyarakat Amerika Serikat saat kapal perang Maine yang berlabuh di Havana (ibukota Kuba) dihancurkan, dan hal ini dikabarkan secara sensasional oleh pers. Singkat kata, perang itu dimenangkan oleh Amerika Serikat, dan pada 10 Desember 1898 Spanyol menyerahkan Kuba kepada Amerika Serikat sekaligus menunggu Kuba memerdekakan diri sendiri, Spanytol juga menyerahkan Puerto Rico dan Guam sebagai ganti rugi perang, dan menyerahkan Filipina dengan bayaran US$ 20 juta. Hal ini membuat Amerika Serikat mencapai tujuan mereka, yaitu memperluas pengaruhnya di Amerika tengah, dimana terlihat dengan adanya Platt Agreement di Kuba dan penggalian Terusan Panama di Panama.

Platt Agreement sendiri adalah bentuk intervensi Amerika Serikat terhadap Kuba atas bantuan Amerika Serikat membantu kemerdekaan Kuba. Isi dari Platt Agreement adalah Kuba dilarang untuk berdiplomasi dengan negara lain, perekonomian Kuba diatur oleh Amerika Serikat, Amerika Serikat boleh melakukan intervensi ke Kuba, dan Kuba harus menjual Guantanamo ke Amerika Serikat. Platt Agreement ini menjelaskan mengapa Amerika Serikat bisa memiliki penjara untuk musuh-musuhnya di wilayah negara lain. Platt Agreement ini sendiri berakhir saat tahun 1957 Fidel Castro melakukan kudeta dan mengambil alih kepemimpinan di Kuba, tapi Guantanamo tetap menjadi milik Amerika Serikat.

Untuk Terusan Panama, marinir Amerika Serikat membantu Panama, yang sebelumnya merupakan propinsi dari Kolombia, untuk memerdekakan diri. Amerika Serikat sendiri membutuhkan Terusan Panama untuk mempercepat perpindahan kapal, khususnya kapal perangnya, dari satu samudera ke samudera lainnya. Latar belakang Panama memerdekakan diri adalah ketidaksabaran warganya terhadap Kolombia yang menolak mengesahkan naskah perjanjian yang memberikan Amerika Serikat hak untuk membangun dan mengelola kanal pada tahun 1903. Hasil dari bantuan Amerika Serikat membantu kemerdekaan Panama adalah Panama memberi Amerika Serikat hak sewa abadi untuk tanah sepanjang 16 km yang akhirnya menjadi Terusan Panama, untuk hak sewa itu Amerika Serikat memberikan Panama US$ 10 juta dan biaya tahunan US$ 250.000, serta memberi Kolombia kompensasi sebesar US$ 25 juta. Pembangunan Terusan Panama sendiri sudah dilakukan Prancis dibawah pimpinan Ferdinand de Lesseps pada akhir abad 19.

Untuk memperluas pengaruhnya di Amerika Latin, Amerika Serikat membentuk sebuah lembaga kerjasama antar bangsa-bangsa di benua Amerika. Usulan pertama tentang hal ini dikeluarkan pada tahun 1889 oleh James G. Blaine, menteri luar negeri Amerika Serikat pada saat itu. Blaine mengusulkan agar dua puluh satu negara merdeka di benua Amerika bergabung ke sebuah organisasi yang bertujuan mencari kesepakatan bila terjadi perselisihan dan menjalin hubungan ekonomi yang lebih erat. Akhirnya pada tahun 1890 diadakan Pan-America Conference, dan menghasilkan organisasi yang sekarang dikenal sebagai Organization of American States. Kesepakatan dari organisasi ini adalah kalau terjadi apa-apa di benua Amerika, maka Amerika Serikat dan negara-negara di benua Amerika akan melawan.

Adanya Organization of American States juga diperkuat dengan kebijakan Dollar Diplomacy tahun 1909-1914 yang dikeluarkan William Taft, presiden Amerika Serikat pada saat itu. Isi dari Dollar Diplomacy adalah memberikan bantuan uang, khususnya bagi negara-negara di Amerika tengah dan Latin, serta mendorong bank-bank di negara-negara itu untuk meminjam uang dari Amerika Serikat. Tujuan langsung dari Dollar Diplomacy ini adalah agar Amerika Serikat bisa melakukan investasi ke dalam negara bersangkutan dan bisa masuk ke dalam negara itu. Tujuan tidak langsungnya adalah mengikat negara-negara peminjam dengan uang dan hutang, sehingga Amerika Serikat bisa mengontrol negara bersangkutan dengan hutang. Jika Dollar Diplomacy digabungkan dengan adanya Organization of American State, maka Ameria Serikat bisa mengendalikan Amerika tengah dan Latin dengan uang, hutang, dan organisasi yang membuat negara-negara Amerika tengah dan Latin bergantung kepada Amerika Serikat.

4 thoughts on “UNITED STATES DIPLOMACIES ON AMERICA

  1. Perang Amerika-Spanyol muncul karena provokasi dari Spanyol apa emang Amerika yang mulai kak?

    1. ada yg namanya Doktrin Monroe dr Amerika Serikat,isinya America is for Americans,dimana doktrin itu sendiri menentang penjajahan di benua Amerika.

      Selain itu,berdasar pengalaman di Perang Sipil,dimana bangsa2 Eropa yg mempunyai wilayah di benua Amerika dianggap mengintervensi urusan dalam negeri di Amerika Serikat,maka Amerika Serikat mengusir bangsa2 Eropa yg bercokol di benua Amerika..

      Semoga membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s