SHAKE,RATTLE,AND ROLL: THE BEGINNING OF ROCK ‘N’ ROLL IN ENGLAND

Shake, Rattle, and Roll!

Masyarakat Inggris sendiri mulai mengenal musik Rock ‘n’ Roll saat lagu dari Bill Haley and His Comet, yaitu Shake, Rattle, and Roll dirilis di Inggris pada akhir tahun 1954. Ikon terkenal dari musik Rock ‘n’ Roll adalah Elvis Presley. Seperti yang sudah diketahui, Elvis Presley adalah orang kulit putih pertama yang menjadi penyanyi Rock ‘n’ Roll yang ditandai dengan dirilisnya rekaman lagunya yang berjudul That’s All Right dan Blue Kentucky Moon pada 19 Juli 1954 di Amerika Serikat. Kemunculannya dalam industri musik di Amerika Serikat menjadi sebuah fenomena karena tidak ada orang kulit putih yang menjadi penyanyi Rock ‘n’ Roll sebelumnya, sehingga menyebabkan pusat perhatian media massa banyak yang tertuju kepadanya.                                                                                                                                             

Teddy Boys

Di Inggris sendiri pada era 1950-an ada kelompok anak muda yang dikenal sebagai Teddy Boys and Girls. Mereka adalah bagian dari budaya anak muda yang muncul di Inggris pasca Perang Dunia II. Mereka dikenal sebagai kelompok pertama yang menciptakan gayanya sendiri, yaitu gaya Edwardian. Ciri dari gaya Edwardian ini sendiri adalah mereka menggunakan jas panjang yang pas badan, dikenal dengan nama Drape Jacket. Mereka juga memakai celana panjang yang berbentuk pipa yang pas badan juga, serta sepatu kulit dengan sol sepatu yang tipis, yang dikenal dengan istilah Brogues. Selain itu, para Teddy Boys and Girls ini juga mengambil gaya dari budaya populer di Amerika Serikat, contohnya adalah film The Wild One, dimana mereka mengambil seperlunya saja, seperti gaya rambut “ekor bebek” (duck’s arse). Pada akhirnya, Teddy Boys and Girls ini sendiri pecah menjadi dua, yaitu Rocker dan Mod.

ROCKER!

Rocker sendiri adalah pecahan Teddy Boys and Girls yang mengambil gaya seperti geng motor seperti dalam film The Wild One dan mengimitasi gaya Elvis Presley. Ciri khas dari para Rocker ini adalah memakai jaket kulit warna hitam, gaya rambut “ekor bebek”, dan mengendarai motor besar merk Triumph seperti yang dipakai di film The Wild One. Selera musik mereka adalah Rock ‘n’ Roll, seperti yang dibawakan oleh Elvis Presley, Gene Vincent, Buddy Holly, dan Eddie Cochran. Selera musik ini terbentuk dengan diadakannya konser para pemusik Rock ‘n’ Roll seperti yang disebutkan diatas, pada pertengahan era 1950-an.

MOD!

Mod adalah pecahan dari Teddy Boys and Girls yang mengadaptasi dan mengembangkan gaya Edwardian yang ada sebelumnya. Hal itu terlihat dari gaya berpakaian kaum Mod yang menggunakan jas, yang merupakan ciri khas dari gaya Edwardian. Ciri dari kaum Mod yang lain adalah mereka mengendarai motor skuter yang banyak berasal dari Italia, terutama merk Vespa. Selera musik dari kaum Mod sendiri adalah Jazz, musik Jamaica, dan R&B dari kaum Afro Amerika. Pada awal era 1960-an mereka mengklaim diri mereka lebih gaya, lebih keren, dan lebih sesuai jaman dibandingkan dengan kaum Rocker. Hal itu juga terkait dengan nama mereka, ‘Mod’, yang diasosiasikan sebagai ‘Modern’. Kaum Rocker sendiri memandang kaum Mod sebagai effeminate snob, yaitu orang yang suka ikut-ikutan dan bersifat tidak maskulin.

Loonie Donegan

Pada awal era 1950-an di Inggris, sebelum musik Rock ‘n’ Roll masuk, telah berkembang sebuah jenis musik populer yang dikenal dengan istilah Skiffle. Musik Skiffle ini pertama kali dipopulerkan oleh Lonnie Donegan pada tahun 1954 lewat rekamannya yang berjudul Rock Island Line.. Musik Skiffle tidak membutuhkan waktu lama untuk menjadi populer di kalangan anak muda Inggris saat itu, karena kesederhanaan yang ada, dimana mereka bisa memakai alat-alat yang ada di rumah untuk memainkan musik. Keadaan ekonomi Inggris yang saat itu sedang buruk, sehingga harga alat musik sendiri mahal. Kehadiran musik Skiffle sendiri membuat anak muda Inggris bisa memainkan musik dengan peralatan seadanya yang ada di rumah.                                                                                                                                   

Skiffle group

Rekaman Rock Island Line dari Lonnie Donegan sempat masuk dalam chart music di Amerika Serikat pada bulan Maret tahun 1956, dimana Rock Island Line mencapai posisi delapan. Selain itu, dalam chart music di Inggris, lagu Rock Island Line ini mencapai posisi delapan pada bulan Januari tahun 1956. Buku dari Bill Harry yang berjudul The British Invasion: How The Beatles and Other UK Band Conquered America menyatakan bahwa awal dari British Invasion adalah masuknya rekaman Lonnie Donegan ke chart music di Amerika Serikat. Penulis sendiri tidak memakai awalan dari Rock Island Line dari Lonnie Donegan ini, karena selain Rock Island Line ini tidak ada “invasi” lain dari Inggris. Lagipula saat itu di Amerika Serikat sedang berkembang musik Rock ‘n’ Roll yang digemari kaum muda di Amerika Serikat saat itu. Hal ini berbeda dengan tahun 1964, dimana setelah lagu I Want To Hold Your Hand dari The Beatles menduduki posisi pertama dalam chart music Billboard pada tanggal 1 Februari 1964, banyak band-band asal Inggris, tidak hanya The Beatles, yang lagu-lagunya masuk dalam chart music di Amerika Serikat.

The Quarrymen, the early Beatles formation

Dampak dari antusiasme terhadap musik Skiffle ini adalah banyaknya anak muda di Inggris yang mempunyai grup musik Skiffle sendiri-sendiri. Hal itu terjadi tidak lama setelah keluarnya rekaman Rock Island Line dari Lonnie Donegan pada tahun 1954. “Demam” Skiffle ini sendiri terjadi antara tahun 1954-1957, di saat anak muda di Amerika Serikat mulai terkena “demam” Rock ‘n’ Roll. Secara tidak langsung, Skiffle ini menjadi dasar bermusik bagi remaja dan anak muda Inggris yang nantinya menjadi anggota band yang masuk ke Amerika Serikat pada masa British Invasion. Disini, ada beberapa musisi Inggris yang memulai karir bermusiknya sebagai anggota grup musik Skiffle, yaitu Ronnie Wood (gitaris The Rolling Stones) memulai karirnya bersama Candy Bison Skiffle Group; Mick Jagger (vokalis The Rolling Stones) bergabung dengan Barber-Coyler Skiffle Group pada awal era 1960-an; dan John Lennon (vokalis The Beatles) membentuk The Quarrymen, yang menggunakan papan cuci dan bass dari baki teh. Paul McCartney (bassis The Beatles) dan George Harrison (gitaris The Beatles) belakangan bergabung dengan The Quarry Men milik John Lennon, lalu beberapa tahun kemudian berubah nama menjadi The Beatles.

Masuknya Rock ‘n’ Roll sendiri membuat “demam” terhadap Skiffle makin hebat. Keberadaan Skiffle yang sederhana membuat musik Rock ‘n’ Roll, yang saat itu juga digemari di Inggris, menjadi mudah dimainkan. Rock ‘n’ Roll pertama masuk melalui lagu Shake, Rattle, and Roll dari Bill Haley pada bulan Desember 1954 dan meraih posisi empat dalam chart music di Inggris. Hal itu dilanjutkan pada bulan Oktober 1955, dimana lagu Rock Around The Clock dari Bill Halley masuk ke Inggris dan mencapai posisi pertama pada bulan Januari 1956. Pada bulan September 1956 juga masuk film Blackboard Jungle ke Inggris, dan menciptakan histeria seperti di Amerika Serikat. Pada tahun 1956 juga mulai masuk lagu-lagu dari Elvis Presley ke Inggris. Hal itu dimulai pada bulan Mei 1956 saat lagu Heartbreak Hotel dari Elvis Presley mencapai posisi nomor dua dalam chart music di Inggris. Di tahun yang sama, lagu-lagu dari Elvis Presley menguasai chart music di Inggris, diantaranya Blue Suede Shoes; I Want You, I Need You, I Love You; Hound Dog; Don’t Be Cruel; dan Blue Moon. Pada tahun yang sama film pertama dari Elvis Presley, yaitu Love Me Tender masuk ke Inggris.                                                                                

Pada tahun 1956 sendiri Elvis Presley menjadi ikon di Inggris, seperti Frank Sinatra menjadi ikon di Inggris pada era Perang Dunia II. Umur Elvis Presley yang tidak berbeda jauh dengan kelompok Teddy Boys and Girls, dan penampilannya yang menghibur di televisi membuat anak muda di Inggris banyak mengidolakan dan meniru gayanya. Pada masa itu sendiri di Inggris muncul sebuah fenomena yang dinamakan British Presley, dimana banyak anak muda Inggris yang menirukan gaya Elvis Presley. Fenomena British Presley ini sendiri sering ditampilkan dalam acara di televisi, dimana sang British Presley ini tampil menirukan Elvis Presley. Acara-acara yang memunculkan British Presley, yaitu 6.5 Special, Oh Boy, dan Wham memunculkan Tommy Steele sebagai penyanyi Rock ‘n’ Roll pertama yang berasal dari Inggris.

Selain Elvis Presley, adanya pertunjukan dari pemusik Rock ‘n’ Roll lain dari Amerika Serikat makin membuat musik Rock ‘n’ Roll digemari di Inggris. Para pemusik Rock ‘n’ Roll dari Amerika Serikat itu melakukan pertunjukan di Inggris karena di Amerika Serikat sendiri terjadi penolakan oleh pihak pemerintah kota dan polisi untuk melakukan pertunjukan, seiring banyak terjadinya kerusuhan pasca pertunjukan mereka. Beberapa pemusik Rock ‘n’ Roll dari Amerika Serikat itu juga memberikan pengaruh bagi anak muda di Inggris dalam memainkan musik Rock ‘n’ Roll versi mereka sendiri. Para pemusik yang memberikan pengaruh itu adalah Muddy Waters, Buddy Holly, Eddie Cochran, dan Gene Vincent.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s