PLOTINUS : KERINDUAN UNTUK BERSATU DENGAN TUHAN

Plotinus (?-269) adalah seorang kelahiran Lykopodis (Mesir) yang belajar filsafat pada Ammonius Sakkas dari Alexandria pada abad ke 2. Ammonius Sakkas sendiri mengajarkan Neoplatonisme, namun karena selama hidupnya Sakkas tidak pernah meninggalkan catatan, maka oleh para ahli Plotinus dianggap sebagai pencipta neoplatonisme. Plotinus sendiri selama hidupnya banyak menulis tentang filsafat, kecuali filsafat politik antara tahun 253 sampai 270.

Dilihat dari sudut sejarah, Neoplatonisme adalah usaha terakhir roh yunani untuk menentang agama Kristen yang sedang tumbuh. Secara mendasar, Neoplatonisme berusaha menghidupkan kembali ajaran Plato yang disesuaikan dengan situasi jaman. Unsur-unsur yang terdapat dalam Neoplatonisme adalah ajaran Plato, Arostoteles, Stoa, dan Philo, dengan tujuan akhir mengembalikan ajaran Plato ke tingkat yang lebih tinggi. Plotinus sendiri akhirnya membawa ajaran ini ke Roma pada tahun 244 setelah dia belajar dari Ammonius Sakkas.

Dasar dari ajaran Plotinus adalah dualisme Plato yang mengajarkan bahwa di samping dunia yang dapat diamati ini masih ada dunia lain yang tidak dapat diamati, yaitu dunia ide. Plotinus mengubah filsafat Plato yang antroposentris (berpusat pada manusia) kepada filsafat yang teosentris (berpusat pada Tuhan). Hal itu terlihat dalam inti ajaran Neoplatonisme yang berpangkal pada kesatuan. Segala sesuatu yang berpangkal dari Tuhan akan kembali kepada Tuhan, sehingga akan terlihat suatu proses, yaitu proses dari atas ke bawah (Tuhan ke manusia) dan dari bawah ke atas (manusia ke Tuhan).

Dalam proses dari atas ke bawah, Tuhan tidak akan mengalami perubahan dan kesempurnaannya tidak berkurang. Proses dari bawah ke atas hanya bisa dilakukan manusia dengan dasar kerinduannya untuk dekat dengan Tuhan. Untuk itu, manusia harus melewati 3 tahap pengaliran, yaitu pengaliran nous, jiwa, dan benda.

Pengaliran tahap pertama adalah nous atau roh. Dalam hal ini, roh Tuhan membedakan diri dengan roh manusia yang tidak sempurna, karena pikirannya masih terdiri dari 2 unsur dalam berpikir, yaitu subjek dan objek. Dalam hal ini, manusia menyadari keberadaannya di dunia.

Pengaliran tahap kedua adalah jiwa atau psukhe. Dalam hal ini jiwa memiliki 2 hubungan, yaitu dengan nous yang terang dan benda yang gelap. Hal ini bisa diartikan hubungan manusia dengan Tuhan (nous) dan urusan duniawi (benda). Oleh karena itu jiwa berfungsi sebagai semacam penghubung antara nous dan benda.

Pengaliran tahap ketiga adalah benda atau me on. Dalam tahap ini, benda keluar dari roh, sehingga asas dualisme antara dunia yang tampak dan tidak tampak telah hilang. Dalam tahap ini, manusia sudah tidak memikirkan urusan duniawi, sehingga diungkapkan kalau akhirnya benda keluar juga dari roh. Oleh karena itu, menurut Plotinus penggabungan jiwa dengan tubuh menjadi suatu hukuman.

Selain tiga tahap tadi, menurut Plotinus, ada 3 tahap untuk kembali bersatu dengan manusia, yaitu melakukan kewajiban umum, berfilsafat, dan mistitisme. Melakukan kewajiban baik, seperti kata Plato, berupa memiliki pengetahuan yang baik (hikmah), memiliki keberanian, mengendalikan dri, dan hawa nafsunya, serta berbuat adil. Melakukan kewajiban baik merupakan persiapan menuju berfilsafat. Tujuan berfilsafat sendiri adalah untuk mengetahui hakekat yang sebenarnya dan memberikan pencerahan. Berfilsafat akan membawa seseorang menuju mistisisme, tempat dimana orang dapat menyelami dirinya sendiri secara sempurna, menyelami Tuhan yang ada didalam dirinya sendiri. Penyatuan diri dengan Tuhan ini disebut Plotinus sebagai ekstase.

Dalam berfilsafat, manusia harus mengarahkan pandangannya keatas, dengan membebaskan dirinya dari hal-hal duniawi. Tahap ini sama seperti pengaliran tahap ketiga, yaitu pelepasan benda dari jiwa. Sementara dengan mistisisme, manusia akan menyatu dengan Tuhan dan merupakan penyempurnaan dari pengaliran tahap ketiga. Untuk mencapai tahap berfilsafat dan mistisisme, Neoplatonisme, khususnya ajaran Plotinus, menekankan usaha pemurnian hati atau khatarsis.

Metode Plotinus ini sering disebut metode mistik atau komplentatif mistis. Disebut komplentatif mistis karena metode Plotinus ini merupakan kontemplasi (perenungan) yang mendalam dan intens. Dengan kontemplasi, jiwa manusia akan dibersihkan dan setelah tercapai kesatuan mistik dengan Tuhan, pengalaman tersebut diungkapkan dan dijelaskan. Pada akhirnya filsafat Plotinus merupakan jalan pembebasan dari keterikatan manusia dengan materi yang merupakan lawan dari kebebaan menuju kesatuan mistis dengan Tuhan.

Dalam prakteknya, Plotinus beberapa kali mengalami penyatuan antara jiwanya dengan Tuhan. Pengalaman mistik adalah pengalaman menyatu dengan Tuhan, tapi banyak agama menekankan keterpisahan antara Tuhan dan ciptaan. Ketika penyatuan itu terjadi, manusia akan merasakan bahwa dia “kehilangan dirinya” dan lenyap kedalam diri Tuhan. Tetapi pengalaman mistik seperti itu tidak selalu datang sendiri, dan manusia harus mencari jalan “penycian dan pencerahan” untuk bisa bertemu dengan Tuhan.

Dalam mistisisme agama Yahudi, Kristen, dan Islam, mereka menyatakan bahwa pertemuan dengan Tuhan terjadi dengan Tuhan secara pribadi. Dalam mistisisme timur, yaitu agama Hindu, Buddha, dan Konfusianisme, mereka lebih menekankan bahwa manusia mengalami penyatuan total dengan Tuhan.

Pada akhirnya, Neoplatonisme mempunyai pengaruh terhadap dunia. Mehdi Ha’iri Yazdi, seorang filsuf Muslim kontemporer menyatakan bahwa kaum Neoplatonisme telah memberikan kontribusi besar bagi penyelesaian masalah-masalah penting bagi filsafat, dan secara khusus memberikan tilikan-tilikan baru ke dalam masalah pengetahuan mistik dan pemahaman mengenai Tuhan. Neoplatonisme juga memberikan pengaruh yang cukup besar dalam aliran utama teologi Kristen. Di Indonesia sendiri ada ajaran yang berbau Neoplatonisme, seperti “manunggaling kawula gusti” dari Syekh Siti Jenar di Jawa dan kepercayaan Kejawen di Jawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s