PELAYARAN AWAL NUSANTARA

(Tulisan ini adalah laporan bacaan dari buku Nusa Jawa Silang Budaya buku II: Jaringan Asia, bab 1 karangan Denys Lombard)

Buku Nusa Jawa

Sampai sekarang, tidak diketahui bagaimana sejarah awal kedatangan manusia ke kawasan Nusantara, tapi yang bisa dilihat disini adalah pada masa seribu tahun pada awal Masehi, Nusantara menjadi daerah perdagangan yang ramai. Dengan statusnya sebagai tempat perdagangan yang ramai, maka jelas kalau Nusantara saat itu merupakan daerah yang berperadaban tinggi juga. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya Nekara dan Moko di banyak tempat di Nusantara, dimana Nekara dan Moko merupakan produk dari Masa Perunggu Besi. Nekara dan Moko yang saat itu dipakai sebagai alat pembayaran dalam dagang juga menunjukkan adanya hubungan antara Nusantara dengan Negara-negara lain di sekitarnya.                                                                                                                               

Hubungan awal Cina dengan Jawa dimulai dengan kesulitan dari bangsa Cina untuk melewati Jalur Asia Tengah sehingga mereka berusaha mengembangkan jalur lautnya. Catatan awal tentang Jawa adalah tulisan dariseorang Cina, Fa Hsien, yang berlayar dari India tapi terkena badai dan mendarat di Ye-Po-Ti atau Yawadwi, nama Pulau Jawa dalam bahasa Sansekerta, pada tahun 412. Sebutan Jawa oleh Cina juga berubah-ubah, yaitu She-Po pada abad ke 5, diganti oleh He-ling dari tahun 640 sampai 818, berganti lagi ke She-Po pada tahun 820, lalu pada jaman Dinasti Yuan diganti menjadi Zhao-wa. She-Po sendiri merupakan nama tempat pertama di Nusantara yang muncul dengan jelas pada teks-teks Cina, setelahnya baru muncul nama-nama pelabuhan di Sumatra. Orang Cina sendiri mengenal pelayaran dengan bantuan dari orang-orang Kunlun, yaitu orang-orang laut di Asia Tenggara yang sudah ada sebelum orang-orang Cina mulai berlayar. Dari sanalah mulai berkembang tradisi kelautan di Cina pada jaman dinasti Song. Bukti dari hubungan antara Cina denga Jawa adalah ditemukannya banyak barang keramik dari zaman dinasti Tang di atas acropolis Ratu Baka, hiasan pada Candi Sewu yang sama dengan hiasan kain sutera di Shosoin, adanya istilah Juru Cina dan Juru Barata yang ditemukan dalam sebuah prasasti perunggu di Jawa Timur yang berasal dari tahun 860M. juru Cina dan Juru Barata adalah semacam konsul yang mengurusi orang asing yang menetap di Jawa.                                                                                                                                  

 Untuk negara-negara yang datang dari Barat, kebanyakan dari mereka memilih mendarat di Sumatra, karena saat itu Sriwijaya sedang menguasai Nusantara. Namun, hal yang menarik adalah epigraf-epigraf penting India banyak ditemukan di Jawa daripada di Sumatra atau Malaka. Hal itu terbukti dengan banyaknya candi di Jawa dan prasasti-prasasti yang berbahasa Sansekerta dari abad ke 5. Pada akhirnya juga perlu diperhatikan bahwa tidak satupun barang India yang tersimpan dalam tanah Jawa.                                                                                                                

Untuk pedagang Eropa, tercatat kalau orang Romawi adalah yang pertama datang. Mereka banyak melakukan persentuhan dengan India, dan dari sana mereka pergi ke Cina dengan muatan yang berasal dari selatan, seperti gading, tanduk badak, dan kulit kura-kura, yang kemungkinan didapat dari pelabuhan di Asia Tenggara. Salah satu perjalanan awal adalah pada tahun 116. Hubungan antara Romawi dan Nusantara juga terlihat dari buku Ilmu Alam karya Plinius Yang Tua, dimana Mons Maleus ditafsirkan sebagai Gunung Indrapura di pantai barat Sumatra. Barang buatan Romawi sendiri juga bnayak ditemukan di berbagai tempat di Asia Tenggara, yaitu keramik, medali, dan arca. Hubungan antara Romawi dan Nusantara sendiri terputus karena ada penghalang yang kuat antara Lautan Tengah dan Laut Cina, yaitu Bangsa Aksum di Etiopia, Sassanide di Asia Tengah, dan penghalang Islam sejak abad ke 7.                                                                                                                     

Negara-negara Arab sendiri juga melakukan perjalanan ke Nusantara dan mereka melakukan pencatatan yang lebih baik dari orang india. Ada beberapa sumber penting yang berasal dari Arab, yaitu Relation de la Chine etide I’Inde (dibuat tahun 851) karya Ibnu Hurdadbeh dan Praires d’or (abad 10) karya Mas Udi. Dalam karya-karya dari Arab, banyak disebutkan tentang Javaga, yang artinya kantor-kantor dagang disemenanjung Melayu, daerah Sriwijaya. Rute yang biasa ditempuh negara-negara Arab menuju Cina adalah dari Oman, Basra lalu menuju kepulauan Nikobar (Kepulauan Orang Telanjang), Lampuri (daerah Aceh sekarang),lalu dari Lampuriada yang belok ke barat dan ke timur. Bila ke barat mereka akan menuju ke Fansur dan Nias, biasanya untuk membeli kamper dan budak. Bila ke timur, mereka menuju ke Bandar-bandar semenanjung Melayu (Javaga), lalu ke bandar-bandar Sriwijaya, melewati pulau Timoan untuk mengambil air, Campa, dan sampailah di Cina. Dalam sumber-sumber Arab, yang kebanyakan berisi tentang cerita, disitu juga disebutkan bagaimana keadaan Nusantara saat itu, seperti cerita Ishaq yang Yahudi, dimana dia dikenai pajak tol saat ingin menuju Cina lewat Sriwijaya.                                                                                                                                                             

Pada awal abad 12, terjadi perubahan di Cina yang membuat perdagangan di Jawa menjadi lebih ramai. Ibu kota dinasti Song pindah ke Hangzhou pada tahun 1126 serta perkembangan perekonomian yang diarahkan ke perdagangan dan perokota Yang Tse hilir. Hal ini membuat ekonomi Cina meningkat drastic dan banyak pedagang yang datang ke sana. Sayangnya, menurut kesaksian Idrisi, pada tahun 1154 terjadi banyak pemberontakan di Cina dan keseweng-wenangan di India, dimana kedua hal ini membuat perdagangan dialihkan ke Javaga dan daerah-daerah sekitarnya.

(juga berkontribusi Ramadhan Adiputra dan Ryfky Eka Putra)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s