PERBANDINGAN HUMANISME DAN MODERNISASI DI CINA, INDIA, DAN JEPANG

Image

 

A. Humanisme dan Modernisasi

            Sebelum kita membahas humanisme dan modernisme di Cina, India, dan Jepang, ada baiknya kita untuk mengetahui definisi dari humanisme dan modernisasi. Humanisme adalah paham yang memuliakan manusia, karena manusia punya akal budi dan rasio, sehingga tiap orang saling menghargai. Prinsip yang dianut kaum humanis adalah “aku adalah Tuhan bagi diriku sendiri.” Sedangkan pengertian modernisasi adalah cara untuk melakukan kemajuan di berbagai sektor kehidupan manusia. Modernisasi juga harus sesuai dengan latar belakang sosial budayanya dan ada tujuan tertentu.

            Disini, ada kaitan antara humanisme dan modernisasi sendiri. Humanisme merupakan dasar dari Hak Asasi Manusia (HAM), dan muncul karena adanya perlawanan terhadap nilai-nilai agama. Jika agama berpusat pada Tuhan, maka humanisme berpusat pada manusia. Dengan begitu, humanisme menawarkan hal-hal yang lebih praktis dibanding nilai-nilai dalam agama. Tapi, kebebasan yang dimiliki oleh manusia tidak sepenuhnya bebas, karena manusia terikat dengan rantai-rantai kebebasan orang lain, demikian menurut Rosseau. John Locke juga menyatakan adanya kontrak sosial, dimana manusia memberikan sedikit kebebasan kepada orang lain untuk dipimpin, dan bisa diambil bila si pemimpin terpilih itu tidak sesuai dengan keinginan orang yang memberi sedikit kebebasan itu. Bila kontrak sosial ini tidak ada, maka keadaan akan kacau. Kontrak sosial ini juga merupakan salah satu penunjang dari modernisasi.

            Humanisme sendiri merupakan hasil dari peradaban barat, khususnya zaman Rennaisance. Definisi dari humanisme dan modernisasi dalam paper ini juga definsi versi barat. Definisi versi barat ini juga dipakai karena kebudayaan barat lebih mengglobal, sehingga dipakai sebagai nilai universal. Yang penting lagi, modernisasi yang terjadi di Cina, India, dan Jepang terjadi setelah bangsa-bangsa itu mengalami kontak dengan pemikiran barat.

 

B. Humanisme dan Modernisasi di Cina, India, dan Jepang

            Agar lebih jelas, ada baiknya untuk membahas bagaimana latar belakang dari Cina, India, dan Jepang secara singkat. Hal ini dimaksudkan untuk melihat pola pikir yang ada di tiap negara, dan memberikan gambaran singkat.

            Cina mengalami masa modernisasi saat Mao Tse Tung memimpin. Pemikiran Mao sendiri berdasar pada Marx, Hegel, Lenin, dan Stalin serta pengaruh Konfusius. Sebelumnya, Cina pernah lebih modern dari negara barat, tapi karena kebudayaan mereka tertutup, maka orang Cina yang mendapat “sentuhan” barat merasa kalau budaya Cina ini tradisional dan perlu diubah. Disini, Mao melakukan banyak perubahan, seringkali dengan cara yang keras. Mao memperkuat pertanian dan industri kecil serta memperbaiki infrastruktur. Perubahan terkenal dari Mao adalah revolusi kebudayaan, dengan dasar pidato-pidato Mao yang dibukukan (Little Red Book) dan dibagikan kepada seluruh rakyat Cina. Revolusi kebudayaan itu berupa kewajiban untuk turun ke sawah bagi semua profesi tanpa kecuali, pengaturan terhadap seni karena diangap mengganggu keseimbangan, wajib militer yang ketat, dan propaganda visual dengan pakaian warna merah dan abu-abu yang wajib dipakai. Hasilnya adalah kemajuan dalam bidang ekonomi karena barang buatan Cina didistribusikan ke seluruh dunia, perbaikan infrastruktur, dan membuat Cina kuat terhadap budayanya sendiri. Selain itu Mao juga melakukan KB dengan membatasi 1 keluarga 1 anak lelaki, pengiriman mahasiswa untuk belajar ke luar negeri walau dengan ancaman, melakukan politik keterbukaan dalam hal ekonomi, dan membuat Cina tidak terbelah dengan pemerintahan sentralistiknya. Efek negatifnya adalah HAM banyak dilanggar karena cara Mao yang keras, kesenjangan sosial yang tinggi dan banyak tempat kumuh karena banyak yang tidak bisa mengikuti pola industri Mao.

            India sendiri banyak mengalami kemajuan, terutama dalam hal pemikirannya. Hal itu terjadi saat Inggris mengkolonisasi India. Kehadiran Kristen membawa pengaruh pada tradisi Hindu di India. Perubahan itu dikenal dengan nama Hindu Rennaisance, yaitu menyerap rasionalisme, kehidupan sosial, dan moral; serta melahirkan pemikiran filsafat barat dan sekolah filsafat India. Hal itu tidak lepas dari banyak orang India yang belajar ke barat pada abad 19, termasuk Mahatma Gandhi. Modernisasi lain adalah muncul Guru yang memberikan pengaruh baru terhadap Hindu, ada pergeseran dari Hindu klasik ke Hindu kontemporer. Hindu kontemporer lebih bersifat rasional, pragmatis, dan praktis. Untuk modernisasi fisik, setelah kemerdekaan muncul industrialisasi dan urbanisasi yang memunculkan kapitalisme.

            Jepang mengalami masa modern pada awal abad 17 dan terus berkembang sampai sekarang. Periode Edo pada abad 17 adalah perintis awal, dimana klan Tokugawa yang menang perang menguasai Jepang dan memerintah secara militer (Shogun). Pada saat itu sistem pemerintahannya masih tertutup dan belum ada kontak dengan negara luar, sampai tahun 1854 ada perjanjian kerjasama perdagangan antara Jepang-AS dan politik Jepang menjadi sistem terbuka. Masa modern Jepang terjadi pada masa kekaisaran Meiji, yang terkenal dengan restorasi dalam pemerintahan. Pemegang kekuasaan tidak lagi militer, tapi parlementer dan ada 3 penasihat, yaitu Satsuma-Chosu, Saigo Takamori, dan Kido Takayoshi. Walau begitu, pada masa Meiji ada semboyan yang terkenal, yaitu Fukuko Kyohei, yaitu mencapai negara kaya dengan kekuatan militer. Akibatnya pada masa Meiji terjadi 2 kali perang, dengan Cina (1894-1895) dan Rusia (1904-1905). Setelah kalah dalam Perang Dunia II, Jepang dikuasai AS sampai Jepang merdeka tahun 1952. Setelah itu, Jepang melanjutkan kehidupan demokrasi dibawah kaisar Hirohito, dan Jepang menjadi negara monarki konstitusi. Modernisasi diarahkan untuk kemajuan ekonomi dengan membangun industri dan memajukan pendidikan.

 

C. Perbandingan Humanisme dan Modernisasi di Cina, India, dan Jepang

            Disini, ada dua cara untuk mencapai kemajuan (modernisasi), yaitu dengan “pengorbanan” dari masyarakat, dan dengan keterlibatan sukarela dari seluruh lapisan masyarakat. Cara pertama adalah dengan cara keras, pemaksaan, penulis mengistilahkan sebagai “kontrak sosial yang negatif”, karena orang yang memberikan sedikit kebebasannya pada pemimpin tidak bisa menariknya kembali, kalaupun nekat maka orang itu akan ditindak dengan keras oleh si pemimpin. Cara kedua adalah dengan cara lembut, si pemimpin meminta rakyatnya untuk bekerja, dan rakyatnya menurut pada si pemimpin. Bahkan kalau si rakyat tidak mau bekerja tidak akan diberi sangsi apa-apa dari si pemimpin, karena sudah ada sangsi sosial yang ada di masyarakat. Cara kedua lebih menghargai manusia, dan menghargai humanisme secara langsung. Penulis mengistilahkan ini sebagai “kontrak sosial yang positif.”

            Modernisasi cara pertama ini banyak dipakai oleh Cina dan sedikit oleh Jepang. Cara Mao yang keras menjadi salah satu penyebabnya. Sebagai contoh, Mao mengatur seniman agar tidak mengganggu stabilitas negara, dan caranya adalah dengan memotong jari para seniman agar tidak berkreasi. Cara yang kejam, tapi maksud dari Mao baik, agar Cina yang sudah dia bangun dengan susah payah tidak berantakan, karena seniman lewat karyanya bisa memicu suatu perlawanan, apalagi melihat cara Mao yang keras. Kalau Jepang, sudah jelas selama beberapa abad selalu dipimpin oleh militer, yang caranya juga keras. Tapi efek yang ditimbulkan bagi warga Jepang kebanyakan adalah kebiasaan untuk bekerja keras, dan itu terbukti efektif pada masa setelah Perang Dunia II. Efek itu terlihat dari kemajuan industri yang dialami Jepang, dan pasca Perang Dunia II Jepang sudah tidak memaksa warganya untuk kerja seperti Cina.

            Modernisasi cara kedua ini dipakai oleh Jepang pasca Perang Dunia II dan India. Untuk Jepang sudah dibahas. India cukup menarik disini karena mereka mengalami kolonialisasi, sementara Jepang dan Cina tidak. Modernisasi bagi India juga kebanyakan dalam hal pemikiran, bukan pada fisik. Modernisasi fisik India sendiri banyak terjadi setelah India merdeka, dan tidak ada pemaksaan bagi warga India. Secara hasil, modernisasi cara kedua ini lebih menghargai humanisme, tapi cara kedua ini tidak memberikan kemajuan berarti dalam modernisasi secara fisik. Jepang bisa menjadi perkecualian karena sebelumnya Jepang sempat mengalami modernisasi cara pertama, dan membentuk manusia jepang menjadi manusia yang suka bekerja keras (homo faber).

            Modernisasi yang terjadi di tiap neara juga berbeda, tergantung dari keadaan negara itu sendiri. Mao menerapkan cara yang keras di Cina dengan alasan Cina adalah negara yang sangat luas, sehingga perlu dilakukan sesuatu untuk mengikat agar jangan sampai Cina itu pecah. Ibukota Cina yang terletak di timur Cina juga jauh dari Cina sebelah barat, sehingga kalau tidak keras wilayah Cina di barat itu bisa lepas dari Cina. Kalau Jepang, pada masa modern awal dilakukan cara militer karena saat itu di Jepang tidak ada satu kerajaan yang mendominasi, sehingga untuk meredam pemberontakan dilakukan pemerintahan dengan cara militer. Tapi setelah itu, cara militer terbukti ampuh membentuk warga Jepang jadi orang yang suka kerja keras. Untuk India sendiri, karena Hindu sudah menjadi budaya, maka tidak heran modernisasi yang terjadi adalah dalam hal budaya. Pemikiran India yang agak bertolak belakang dari barat, dan adanya sistem kasta yang menghambat kemajuan India menjadi hal yang diperbaiki.

3 thoughts on “PERBANDINGAN HUMANISME DAN MODERNISASI DI CINA, INDIA, DAN JEPANG

  1. Indonesia dulu punya seorang humanis yang bahkan menjadi Rektor Universitas PBB, yaitu Koko Sudjatmoko. Bahkan, Gus Dur yang seorang ulama DAN humanis pun menjadi presiden.

    Sekarang, Indonesia mundur beberapa langkah karena gerakan fundamentalisme Islam yang menggebu-gebu, dan menganggap humanisme sekuler sebagai musuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s