UNITED STATES ENDED MOSSADEGH’S REGIME IN IRAN

https://i2.wp.com/img.timeinc.net/time/magazine/archive/covers/1951/1101510604_400.jpg

 

Antara November 1952 hingga Agustus 1953, direktur badan intelijen AS (CIA) Kermitt Roosevelt, wakil direktur urusan perencanaan Dr. Donald N. Wilber, dan beberapa agen senior CIA menyelenggarakan operasi klandestin untuk menggulingkan perdana menteri Iran Mohammed Mossadeq. Presiden AS Dwight Eisenhower menganggap Mossadeq telah dipengaruhi oleh partai Tudeh yang beraliran Marxis. Belakangan Iran memang kerap mengambil sikap dan kebijakan yang berseberangan dengan kepentingan AS di kawasan Teluk Persia dan Timur Tengah.

 

            Washington khawatir, suatu saat mereka tidak bisa lagi mengontrol Teheran. Jika hal itu terjadi maka pasokan minyak Iran akan beralih ke Uni Soviet. Oleh karena itu, AS harus mengambil tindakan untuk menyingkirkan Mossadeq. Operasi tersebut diberi nama TPAJAX. Cyprus dijadikan markas bersama antara agen Inggris dan AS.

 

            Shah Iran menjadi pusat bidikan operasi tersebut. Dengan banyak dipengaruhi oleh agen AS dan Inggris, diharapkan Shah mau mengeluarkan dekrit untuk memberhentikan Musadeq, di samping Shah memiliki justifikasi legal dan militer sangat loyal padanya. Jenderal Fazula Zahidi dipersiapkan oleh CIA sebagai pengganti Musadeq disebabkan ia tampaknya akan menjadi pemimpin yang kuat dan loyal terhadap Barat. Di samping itu, CIA menyewa aparat-aparat Iran yang bertugas untuk menyuap media massa dan elektronik. Saat itu, para provokator melakukan agitasi terhadap massa mengenai ‘ancaman komunisme’. Media massa yang disuap pun banyak menulis laporan-laporan dan berita-berita yang menyerang pemerintah Musadeq sebagai lamban dan lemah dalam mengantisipasi ancaman komunisme. Setiap orang dibayar oleh CIA untuk melakukan aksi turun ke jalan yang menimbulkan kerusuhan, yang seluruhnya mengecam komunisme.

 

            Dalam kondisi tidak menentu seperti ini, Musadeq menyadari konspirasi yang berkembang melawannya. Pada 3 Agustus 1953, Musadeq melaksanakan referendum untuk membubarkan parlemen. Tanggal 13 Agustus, di bawah tekanan AS dan Inggris, akhirnya Shah setuju mengeluarkan dekrit untuk memberhentikan Musadeq. Tanggal 15 Agustus disusunlah sebagai D-Day bagi operasi TPAJAX.

 

            Operasi tersebut berjalan buruk dan gagal akibat bocornya informasi kepada Musadeq. Banyak tentara yang terlibat konspirasi ditangkap. Shah lari ke Swiss dan Zahidi menyembunyikan diri. Namun, CIA dan M16 tidak menyerah. Mereka melancarkan rencana alternatif dengan menyebarluaskan surat dekrit yang ditandatangani Shah. Harapannya adalah mempengaruhi opini massa untuk melawan Musadeq disebabkan ketidakloyalannya terhadap Shah dan melakukan pelanggaran hukum.

 

            Opini yang berkembang adalah Musadeq melawan Shah. Massa pun kemudian tumpah ke jalan, disusul dengan mobilisasi pasukan yang masih loyal terhadap Zahidi. Akhirnya, Musadeq pun terjungkal, Zahidi menggantikan Musadeq. Untuk itu, AS langsung menyediakan $ 68 million, dengan konsesi, pemerintah baru Iran mau mengembargo Inggris dan merelakan sepertiga dari total pendapatannya sebagai konsekuensi embargo tersebut. Berikutnya, ditambah pula bantuan lebih dari $ 300 million dari AS untuk 10 tahun ke depan. Di samping itu, AS pun melakukan upaya-upaya untuk memperkuat pertahanan Iran, mengatur dan melatih kembali aparat intelijen dalam negeri Iran dan memberikan $ 600 million bantuan militer untuk dekade berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s